Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Pengalaman Proses Teacher Training Program 2015

Konnichiwa…
Tidak terasa, satu bulan saya tinggal di negeri Sakura. Negeri yang memiliki kemajuan teknologi yang tinggi dan sangat menjunjung tinggi budaya leluhurnya. Saya sangat beruntung dan sangat bersyukur dapat menimba ilmu di negeri ini. Berikut saya akan membagikan pengalaman saya, dari proses pendaftaran, persiapan sampai tiba di negeri Jepang.
Saya mengikuti Teacher Training Program 2015. Teacher Training Program (Program penataran guru) adalah salah satu program beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) yang dirancang khusus bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran sesuai dengan bidangnya. Program ini adalah program non-gelar dan lamanya adalah 1 tahun 6 bulan dari oktober 2015 sampai maret 2017. Untuk penjelasan fasilitas yang didapat, syarat-syarat pelamar, dokumen yang diperlukan dan cara melamar anda dapat membuka di situs kedutaan besar jepang di Indonesia, http://www.id.emb-japan.go.jp/sch_tt.html. Setiap tahunnya pendaftaran akan dibuka pada bulan Desember. Pada tahun keberangkatan saya ada 5 tahapan yang saya ikuti, yakni:
1. seleksi dokumen awal
(Semua berkas ditulis dalam bahasa Inggris /bahasa Jepang beserta dengan esai mengenai hal yang ingin kita pelajari di Jepang)
2. seleksi ujian tertulis
(Tes kemampuan bahasa Inggris saja, dan atau bahasa Jepang untuk guru bahasa Jepang)
3. seleksi wawancara
(Dilaksanakan di kedutaan Jepang di Jakarta, wawancara menggunakan bahasa Inggris dan atau bahasa Jepang)
4. seleksi dokumen final
(Pengisian formulir sekali lagi disertai dengan tiga pilihan universitas yang diminati dan disertai dokumen tes kesehatan yang akan dikirim ke MEXT)
5. pengumuman
(pengumuman final dari kedutaan Jepang di Indonesia pada Awal bulan Agustus. Namun ada kemungkinan beberapa universitas menghubungi Anda sebelum pengumuman resmi dari kedutaan keluar)
Pada tahun 2015 , ada 19 orang guru se-Indonesia yang lolos untuk mengikuti program ini di Jepang. Kami 19 orang ini terpencar di beberapa universitas negeri di Jepang. Saya lulus di pilihan pertama yakni Universitas Tsukuba. Universitas ini adalah universitas negeri terbesar di Jepang dan terbaik ke-3 di seluruh Jepang. Saya sangat beruntung dapat masuk universitas ini, yang juga merupakan universitas pendidikan terbaik dan tertua di Jepang. Di Universitas Tsukuba, pada tahun ini ada 8 orang guru yang mengikuti program teacher training, yakni perwakilan dari negara Indonesia, Filipina, Brazil, Mexico, Honduras, Gabon, dan Sudan selatan. Program kami selama satu semester ini adalah mengikuti pembelajaran bahasa Jepang secara intensif. Kemudian, pada semester kedua saya akan mengikuti pelajaran mengenai pendidikan dan kebudayaan, dan semester ketiga merupakan persiapan untuk penyusunan laporan akhir. Untuk semester ini, saya dan rekan-rekan guru lainnya mengikuti pembelajaran bahasa Jepang setiap hari pada pukul 08.30-15.00 waktu daerah setempat. Dengan beban belajar yang cukup padat dan pekerjaan rumah yang lumayan banyak, membuat waktu terasa sangat cepat berlalu di sini. Selain kegiatan kuliah rutin harian, selama di negeri Jepang, kami akan mengikuti berbagai event seminar-seminar pendidikan, pertukaran budaya, kunjungan ke sekolah-sekolah dan lain sebagainya.
Univeritas Tsukuba yang memiliki motto “Imagine The Future” ini adalah universitas yang membuka dirinya bagi semua orang di Jepang dan di seluruh dunia, untuk dapat saling bekerjasama dalam pendidikan dan penelitian. Sebagai buktinya, di Universitas Tsukuba kurang lebih ada 2.000 siswa asing perwakilan dari 100 negara yang ada di seluruh dunia. Mahasiswa asing terbanyak datang dari negara China, dan yang kedua adalah dari negara kita tercinta, Indonesia. Di Universitas Tsukuba ini banyak sekali mahasiswa dari Indonesia, baik untuk program S1, S2 dan S3. Setiap tahunnya pemerintah Jepang memberikan kesempatan untuk orang Indonesia mengikuti seleksi beasiswa ini. Kepada para guru dan siswa-siswi di Indonesia ayo semangat terus dalam proses pencarian ilmu sepanjang hayat. Jangan ragu untuk mencoba beasiswa ini untuk program teacher training, D2, D3, S1, S2, dan S3. Proses pendaftarannya dapat diakses di situs resmi kedutaan besar Jepang di Indonesia, http://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html.

Salam hangat dari saya di Tsukuba.

Sabar Dermawan Sibarani

TT 2015/2017

Email : bandai_nahito@yahoo.com

Welcome party Ryugakusei

Advertisements

About sabar sibarani

Saya seorang guru, mengajar bahasa Jepang di SMAN 2 kota Tangerang Selatan.

27 comments on “Pengalaman Proses Teacher Training Program 2015

  1. Farhani
    December 27, 2016

    Asslmkm mbak,.boleh minta emailnya mbak?
    Atau fbnya juga boleh,..

    • Lita
      December 27, 2016

      Alaykum salaam.
      Farhani, menujukan permintaan ke siapa, ya?
      Penulis posting ini Sabar-san 😀
      Silakan dicari di Facebook dengan nama pengguna yang sama dengan penulis.

  2. ria
    December 14, 2016

    salam kenal, numpang tanya, pada saat tes tertulis kita tes keduanya ya? inggris n jepang? wawancara apa harus fasih bahasa inggris? cos saya untuk bahasa inggris masih berantakan. mksh

    • Lita
      December 14, 2016

      Halo, Ria. Salam kenal juga.

      Pada angkatan 2015, untuk guru yang bidangnya bukan bahasa Jepang tidak diminta untuk tes bahasa Jepang. Nampaknya berbeda untuk angkatan 2016. Mungkin juga selanjutnya.

      Untuk wawancara, jika tidak fasih bahasa Inggris bisa dalam bahasa Jepang 🙂

  3. rahmayati
    December 10, 2016

    konnichiwa
    saya mau tanya, saya mau ikut tt2017. di tt2017 ada lembar rekomendasi yg harus diisi oleh kpla sekolah. stelah selesai ditulis masukkan keamplop dengan stempel ‘confidential’.itu maksudnya amplop kecil atau amplop besar. lalu, apakah berbeda amplop dengan formulir yang lain?atau amplop untuk lembar rekomendasi itu dimasukkan lagi kedalam amplop untuk formulir dan ijazah.
    mohon dibalas.arigato

    • sabarsibarani
      December 12, 2016

      Konnichiwa, untuk lembar rekomendasi saya dulu memakai amplop sekolah kecil dan dimasukkan dengan formulir pendaftaran.

  4. venni
    December 4, 2016

    Konbanwa….
    Pak, saya berharap bsa bergabung. Saya mau tnyak, ada tidak, guru yg lolos TT mmbawa anak dan keluarganya kesana,?krn saya msh pnya bayi yg mash kcil..

    • Lita
      December 8, 2016

      Konnichiwa,
      Saya jawabkan tidak apa-apa, ya.
      Ada, beberapa bawa keluarga (pasangan dan anak).
      Di formulir ada pilihan bawa keluarga atau tidak.
      Namun mohon diingat bahwa risiko ditanggung sendiri, termasuk biaya.
      Karena kondisi penempatan saat (menjelang) kedatangan tidak selalu mulus dan sesuai harapan.

    • sabarsibarani
      December 12, 2016

      Konbanwa, menambah jawaban mba Lita diatas, ada beberapa teman TT yang membawa keluarga mba Venni, termasuk saya, so ga masalah..Ganbatte

  5. Lusi
    January 4, 2016

    termasuk sd, smp, sma kita dlu ya gak perlu diterjemahkan ke bahasa inggris? terus nama ditulis dalam roman capital itu, ditulis nama blakang dlu or nma depan dlu baru nama blakang?

    • admin
      January 4, 2016

      seingat saya dulu ijazah hanyab ijazah terakhir.. tapi mungkin persyaratan 2012 dan 2016 berbeda.

      tapi yang pasti semua dalam bhs inggris, hal ini sudah saya konfirm ke staff pendidikan kedubes, waktu itu pa ircham

  6. Lusi
    January 3, 2016

    maaf.saya nanya lagi. nama sekolah tmpat kita mengajar apa perlu diterjemhkan bhs inggris jga baik yg ditulis dalm application form,srat keterngan mngjar, dan surat rekomdasi dr kepsek?apa tetap ditulis seperti biasa, misalnya sma negeri 1 xxx misalnya..apa bleh saya lihat application form pnya bpk untuk cntoh sja..
    terimakasih sblmnya..

    • sabarsibarani
      January 4, 2016

      Untuk nama sekolah tidak perlu diterjemahkan bu, karena ini nama institusi kita…Maaf bu, untuk form pertama saya sudah tidak tahu dimana….

    • admin
      January 4, 2016

      dalam kasus saya saya tulis “Pasundan 1 Bandung Senior Highschool”

      tapi menurut saya nama bisa tetap tanpa di translate

  7. lusi
    January 3, 2016

    salam..nama saya lusi. saya mau tanya, saya kan menterjemahkn ijazah saya di lmbga bhasa dan sdh dilagakisir oleh lmbga bhasa tersebut,bkan oleh kmpus saya,,apa boleh?

    • admin
      January 3, 2016

      dalam kasus sata dilegalisir oleh kampus, tapi rekan TT 2012 juga ada yangbdi terjemahkan oleh penerjemah tersumpah juga lembaga bahasa. so based on our experiences, its ok

      • Lusi
        January 3, 2016

        terimakasih banyak atas informasinya

      • sabarsibarani
        January 4, 2016

        Terimakasih untuk admin yang sudah memberikan informasinya, untuk kasus saya tahun kemarin, ijazah diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah dan dilegalisir oleh penerjemah tersumpah tersebut. Jangan lpa juga menyertakan foto copy ijazah aslinya yang sudah dilegalisir kampus..

  8. muryanto
    January 3, 2016

    it’s inspiring me, Pak sabar. saya Muryanto, saya ikut TT 2016 dan sudah kirim berkas pendaftaran dengan mencantum tiga alternative 3 pilihan universitas saat isi form. kira kira semisal lolos,pada seleksi dokumen final nanti kita diberi tiga pilihan universitas yang diminati itu kira kira sama nggak pilihannya dengan yang kita tulis di formulir?

    • admin
      January 3, 2016

      nanti di formulir kedua bisa berganti pak, termasuk saat wawancara ditawarkan pula apakah bersedia ditempatkan di universitas diluar yang dipilih jika quota univ pilihan penuh.

      jadi saat pemilihan nanti quota univ juga dipertimbangkan

      ashari, TT2012

      • Muryanto
        January 31, 2016

        Oh begitu pak, bisa aja berubah disesuaikan dengan qoata unv yang dipilih.oya saya lupa mencamtumkan masa kerja total di form aplikasi cuma nulis nama institusi dan rentang waktu aja, kira kira ni berpengaruh nggak ya pak?walaupun saya sudah melampirkan surat keterangan masa kerja 5 thun

    • sabarsibarani
      January 4, 2016

      Seperti yang sudah diinformasikan oleh admin pak, terserah bapak. Untuk kasus saya tahun kemarin, saya tidak merubah pilihan yang saya ajukan.

  9. indra wahyuni
    January 1, 2016

    Saya.belum PNS… kira kira boleh ikut nggak..?? Terus ijazah SD SMP SMA di sertakan atau tidak..?? di translate ke Bahasa Inggris nggak?? Apa ijazah S1 aja yg di sertakan..?? Terimakasih ya

    • sabarsibarani
      January 1, 2016

      Pns atau ga sama saja, bisa ikut kok…yang dikirimkan hanya ijazah univ yang sudah diterjemahkan ke bahasa inggris…..

  10. wiwin
    December 21, 2015

    koniciwa sy mau tanya klo point 7 itu di isi dg jurusan kita atau jurusan yg mau di ambil di jepang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 27, 2015 by in persiapan, Sabar Sibarani, seleksi, umum.
TT 2015 Returning HomeMarch 25th, 2017
Makan, school visit, zemi, jalan-jalan... sebentar lagi laporan akhir lalu pulang! T_T
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: