Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Kursus Persiapan Bahasa Jepang sebelum berangkat-Perlukah?

(Khusus untuk yang berlatar belakang bukan guru bahasa jepang)

Berbagi pengalaman kursus intensif bahasa jepang di nagoya university.

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut tentu saja kita harus bertanya kepada diri sendiri dahulu: apakah saya sudah mempunyai bekal kemampuan bahasa jepang? Dan (kalau sudah) tentu saja sejauh manakah tingkat kemahiran bahasa jepang saya?

Jawaban ideal tentu saja, iya, perlu. Mengapa? Karena dengan demikian akan memudahkan kita dalam pembelajaran di kursus intensif selama 6 bulan di Jepang (Kami di Nagoya efektif hanya 4 bulan lebih sedikit, karena sisanya liburan)

Kursus intensif bahasa jepang tersebut (yang penulis alami) memang sangat sangat intensif!
Ya, mulai dari pukul 08.45 pagi sampai dengan pukul 14.30 kita akan belajar bahasa jepang setiap hari Senin sampai dengan Jumat.

Hampir setiap hari pula akan ada shukudai (PR), quiz, dan dictation (menulis kalimat) dsb, menjadikan kursus ini terkesan lebih intensif lagi.

Memang betul, kita akan diajari dan dituntun (karena memang kursus nihonggo basic) bagaimana mengenal huruf huruf hiragana, membaca dan menuliskannya.

Akan tetapi penggunaan buku kursus sudah mulai dilakukan seiring dengan pembelajaran hiragana! So, kalau penguasaan huruf hiragana masih keteteran, lumayan repot juga.

Why? Karena kita di rumah (asrama) mau tidak mau harus membuka buku kita yang memakai huruf huruf hiragana (juga katakana) untuk mengulang pelajaran di kelas dan mempersiapkan pelajaran keesokan harinya.

Harus belajar buat pelajaran keesokan harinya? Ya. Karena kalau kita datang di kelas tanpa persiapan (pengalaman sendiri nih) akan kelabakan. Beragam Bunpo (structure/grammar) baru akan diajarkan setiap harinya dan akan lebih mudah jika kita setidaknya telah mempelajarinya/membacanya.

Percayalah di kelas kursus intensif nanti, dimana kita akan mendapati rekan rekan kita dari berbagai negara, nilai Nasionalisme dan rasa malu akan timbul dengan sendirinya. Maksudnya?
Ya, kita akan ada perasaan malu jika teman teman kita dari negara lain bisa mengikuti pelajaran sementara kita kelabakan. Dan rasa malu itu entah kenapa sepertinya bukan atas nama individu tapi seakan membawa nama bangsa. Betul!!!

Waduh kok jadi nakut nakutin gini ya?
Sorry, bukannya bermaksud demikian. Sekali lagi ini idealnya-yakni mempelajari bahasa jepang walau hanya dasar banget. Banyak sekali tutorial di youtube yang mengajarkan kosa kata, kalimat, huruf kana, kanji, dan struktur kalimat dasar sampai tingkat lanjut yang bisa kita download/lihat. Belum lagi sumber sumber lain seperti website maupun blog yang berbaik hati berbagi ilmu gratis berbahasa Jepang.

Jadi maaf saya ralat pernyataan saya di awal (macam politikus aja nih, he..he) barangkali tidak harus kursus lah.

Jika belajar sendiri bisa, kenapa tidak? Sepertinya memang ada orang orang dengan bakat kecerdasan berbahasa yang hebat dengan hanya cukup belajar sendiri, praktik sedikit sudah bisa.

Sebaliknya ada pula yang mungkin sudah kesana kemari mencari alamat kursusan (dan kursus beneran) tapi masih kalah sama yang belajar mandiri. Anda sendiri deh yang bisa mengukur kemampuan anda.
Pokoknya berusaha deh sebisa mungkin ada bekal walaupun sedikit dari tanah air, seminimalnya ungkapan ungkapan sederhana, struktur kalimat dasar, kosa kata penting dan tentu saja hiragana serta katakana. Syukur syukur sedikit mau nyicil beberapa kanji.

Salam dan Semoga Sukses.

Sigit Wiyono
TT2014
20141021_182016(1)

About tina triwijianti sandriputri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: