Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Kehidupan di Asrama Universitas Hiroshima

Tepat pada tanggal 17 Juli 2014 siang, saya menerima kabar melalui e-mail yang dikirimkan oleh Universitas Hiroshima yang menyatakan bahwa saya diterima di Universitas Hiroshima untuk mengikuti program Teacher Training ini. Pada saat itu saya dan 21 orang teman seperjuangan benar-benar berada pada siatuasi H2C – harap-harap cemas – menunggu hasil dari seleksi berkas di Jepang setelah pada proses wawancara dinyatakan lulus. Alhamdulillah pihak HIrodai (Hiroshima Daigaku-Hiroshima University) memberikan kabar paling awal dibandingkan dengan universitas lainnya yang teman-teman saya pilih. Setelah itu dimulailah proses saya mencari berbagai informasi tentang kehidupan dan pengalaman belajar di Higashi Hiroshima (kota dimana saya menimba ilmu selama 18 bulan ini di Jepang), baik dari senpai-senpai program TT dan mahasiswa Indonesia di Universitas Hiroshima maupun dari WNI yang tinggal di Jepang. Dari e-mail berikutnya saya kemudian diberitahukan bahwa ternyata dari pihak kampus sudah langsung menempatkan saya di asrama kampus yang jaraknya hanya sekitar 10 menit menuju fakultas pendidikan dengan sepeda. Kemudian dari tempat inilah hari-hari untuk melakukan kegiatan sehari-hari saya dimulai…..

Pengalaman pertama saya tinggal di Jepang diawali dengan tempat tinggal saya yang dihuni sekitar 80 mahasiswa internasional dari berbagai negara – Hiroshima University International House. Kehidupan di asrama layaknya kehidupan anak kos, yang berbeda hanya teman-teman kosnya merupakan orang-orang dari latar belakang budaya dan negara yang berbeda alias skala internasional. Pada awalnya saya sempat khawatir untuk berinteraksi karena kendala bahasa Jepang saya yang masih sangat zeng zeng wakarimaseng (don’t understand at all), namun setelah bertemu dengan Kondo san (manager of the I-House) dan teman-teman lainnya, Alhamdulillah banyak yang bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Selain itu, saya juga sangat bersyukur karena walaupun tahun ini peserta TT dari Indonesia yang mimilih Hirodai hanya saya, ternyata saya juga tidak kesepian karena ada 3 adik-adik saya yang mengikuti program Japanese Study yang tinggal di asrama. Akhirnya terobatilah rasa kangen saya untuk bertemu saudara sebangsa di asrama itu ketika saya sedang berkumpul atau sekedar bercakap-cakap tentang hal apapun dengan mereka.🙂 Arigatou Gozaimasu, Sofi chan, Tere chan and Yusuf kun. Love you three!

Di asrama ini para mahasiswa mendapatkan sebuah kamar untuk ditempati. Asrama ini terbagi menjadi 3 gedung, gedung A, B dan C. Untuk para mahasiswa yang tinggal sendiri, mereka tinggal di gedung A. Di gedung A ini, mahasiswa menempati kamar-kamar yang berada mulai dari lantai 3 sampai dengan lantai 10. Di sini saya mendapatkan kamar A-503 yang posisinya di ujung lantai 5. Secara keseluruhan, fasilitas yang disediakan asrama sangat memuaskan, dari tersedianya ruang rekreasi di lantai 2 dimana para mahasiswa dapat berkumpul untuk berdiskusi dengan teman-temannya atau sekedar hanya untuk membaca, mengerjakan tugas, dan menggunakan fasilitas TV dan internet yang ada serta bermain ping pong, sampai ruang cuci, microwave dan sarana lift sebagai bagian dari info board untuk memberikan informasi-informasi penting bagi para penghuni asrama. Dengan biaya ¥ 8400 (belum termasuk biaya listrik, air dan gas) tiap bulannya, menurut saya fasilitas-fasilitas yang ada tersebut sangat memuaskan dan sangat sesuai untuk kantong mahasiswa. Kamar yang sudah dilengkapi dengan kamar mandi di dalam dengan adanya air panas dan dingin, kulkas, kompor, meja, lemari, tempat tidur, serta heater/cooler, ditambah lagi dengan manager dan para karyawan I-House yang sangat informatif kepada para penghuni asramanya (selalu ada pemberitahuan tentang kegiatan-kegiatan kampus ataupun acara-acara yang diadakan oleh lembaga atau organisasi untuk memperkenalkan kebudayaan Jepang, penerimaan paket dan lain lain), saya merasa sangat nyaman tinggal di sini.

Pada bulan Oktober dan April, pihak asrama juga mengadakan Welcome Party khusus untuk menyambut para mahasiswa baru yang menghuni asrama. Dalam acara ini mereka biasanya mengikuti kegiatan untuk saling mengenal para penghuni asrama lainnya dan diikuti dengan permainan-permainan dengan beberapa hadiah untuk beberapa orang pemenang yang disediakan oleh pihak asrama. Biasanya pada acara ini kita juga akan semakin mengenal para penghuni asrama yang dapat berkomunikasi dengan bahasa Inggris dan Jepang atau hanya dengan bahasa Jepang dan bahasa ibu mereka serta bahasa lainnya. Indahnya keberagaman sangat terlihat di acara-acara seperti ini dan juga acara-acara internasional yang diadakan pihak Hirodai.

Salah satu kegiatan rutin yang juga diadakan di ruang rekreasi asrama adalah kelas bahasa Jepang yang diajarkan oleh para mahasiswa Jepang Hirodai. Kelas ini diadakan secara gratis setiap dua kali dalam satu minggu, setiap hari Senin dan Kamis pukul 19.00-20.30 JST. Nihongo Moderu Kurasu ini menyediakan empat level kelas, level 1 untuk para pemula hingga level 4 untuk para pembelajar yang sudah aktif menggunakan bahasa Jepang. Di sini para penghuni asrama maupun mahasiswa internasional yang tinggal di luar asrama dapat belajar bahasa Jepang bersama dengan bantuan para mahasiswa Jepang yang memang telah tergabung dalam sebuah klub untuk mengajarkan bahasa Jepang kepada mahasiswa asing. Metode mengajar merekapun menarik dan di setiap pertemuan dan setiap level terdapat tiga mahasiswa Jepang yang membantu para peserta kursus dan satu mahasiswa Jepang yang mengajar. Salut untuk semangat para mahasiswa Jepang yang mau membantu para mahasiswa asing untuk belajar bahasa mereka di sini!😀

Hal yang sangat berkesan lainnya adalah ketika para penghuni asrama berkumpul di ruang rekreasi. Kebanyakan para penghuni akan datang ke ruang rekreasi pada sore hingga malam hari di hari kerja dan siang sampai malam hari di akhir pekan. Masing-masing biasanya membawa laptop untuk mengerjakan tugas ataupun untuk menonton film atau bermain games untuk melepas lelah dan penat setelah beraktifitas di kampus. Di ruangan ini pula banyak dari para penghuni asrama yang menelpon keluarga atau temannya untuk melepas rindu. Naahh, di saat inilah benar-benar terasa suasana internasionalnya, karena pada saat mereka menelpon keluarga atau teman mereka, tanpa sadar mereka berbicara agak keras dengan bahasa ibu mereka sehingga ketika ada beberapa orang yang menelpon pada saat yang bersamaan, disitulah saya mendengarkan beberapa saluran radio dari negara yang berbeda yang tentu saja saya tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Hehee! Terkadang karena agak terganggu dengan seseorang yang sedang menelpon dengan bahasa ibunya dengan suara yang agak keras, orang lain yang juga sedang menelpon sampai harus sedikit berteriak agar suaranya terdengar oleh yang ditelepon atau mengalah dan akhirnya melanjutkan telepon di koridor lantai 2. 😀 Karena itulah di sini kita juga diharuskan untuk dapat bertenggang rasa dengan sesama pengguna ruang rekreasi, agar tidak ada yang dirugikan dan merasa terganggu dengan keberadaan kita dalam menggunakan ruangan itu.

Sayang di sayang, masa tinggal saya di asrama kampus sudah berakhir. Para mahasiswa (yang datang sendiri tanpa keluarga) yang mengikuti program di kampus selama lebih dari satu tahun hanya diperbolehkan tinggal di asrama selama enam bulan (Oktober-Maret untuk kasus saya). Setelah itu, saya harus pindah dan menyewa apato selama satu tahun. Sekarang saya sudah tinggal di sebuah apato yang jarak kekampusnya sama dekatnya dengan dari asrama. Namun perbedaan dalam jumlah waktu untuk berinteraksi dengan sesama penghuni di sini memang terasa sekali. Saya yang biasanya suka bertemu dan berkumpul dengan teman-teman sesama penghuni asrama atau adik-adik Indonesia saya di ruang rekreasi asrama, sekarang saya lebih banyak sendiri di dalam apato dan hanya dapat bertemu adik-adik saya dan teman-teman lainnya jika ada kelas yang sama, acara atau kesempatan tak terduga di kampus. Sedangkan dengan sesama penghuni apato lainnya sejauh ini saya masih belum kenal siapapun selain ke empat teman TT dari Malaysia dan Filipina yang tinggal di gedung apato yang sama. Memang di sini para penghuni sibuk dengan kegiatan masing-masing dan tidak terdapatnya ruang rekreasi semakin mempersulit kami para penghuni apato di sini untuk saling mengenal. Untuk sekedar mengetuk pintu dan berkenalanpun rasanya sungkan karena takut mengganggu. Tapi tak apa, saya harus tetap semangat!! Ini merupakan bagian dari pembelajaran selama saya tinggal di sini, kembali belajar untuk adaptasi dengan lingkungan baru dan jadwal kelas baru di semester yang baru ini. Yosh! Mudahkan hamba yaa Rabb! Aamiin….

Salam Harus Tetap Semangat bin Gak Boleh Malas :-p,
Ina Lestari, TT 2014

Kondisi kamar saya pada saat awal ditempati
20141003_071350

20141003_071428

20141003_071454

20141003_071619

About tina triwijianti sandriputri

8 comments on “Kehidupan di Asrama Universitas Hiroshima

  1. rini fatmasari
    July 22, 2016

    halo mbak ina …… kalo boleh tahu mbak ikut program teacher treaning di universitas hiroshima ambil jurusan apa?

  2. lilsunstar
    April 23, 2015

    wah..kemarin aku udah pilih chiba univ, hyogo, dan naruto..karena rencana ajak suami dan anak2 sekalian jadi waktu milih aku cenderung pilih yg asramanya murah. hehehe
    punya kenalan orang Indonesia yang tinggal di sekitar daerah yang td aku sebut ga mba?

    • inalestari24
      April 26, 2015

      yaahh, sayang ya mbak kita belum jodoh bertemu langsung di sini. hehee! ya udah gpp mbak, smg dpt yg terbaik yaa…
      yaahh, paling kl kenalan yg pernah di situ sih ada, ya para senpai tt 2013. ada mbak Sekar yg kmrn di Chiba, mas Sonny di Naruto, mas Gilig yg dulu di Hyogo.
      Kl yang tt 2014 ini cm ada mbak Osi di Hyogo sekarang🙂

  3. Ina Lestari
    April 22, 2015

    Mbak Difiya, di sini in shaa Allah ga terlalu dingin kalau dibandingkan dengan Hokkaido n Akita. Tp kalau dibandingkan dgn Tokyo n Osaka emg lbh adem. Hehee! Tapi serius disini emg enak bgt lingkungannya bwt belajar n alhamdulillah banyak org Indonesia nya jd kemana2 byk keluarga…🙂 Ayoo pada pilih Hirodai #edisicaritemen. Hahaa!

  4. lilsunstar
    April 21, 2015

    ada beberapa kandidat TT yang memilih hiroshima univ sbgai univ pilihan mereka. Mereka rada khawatir dengan kondisi cuaca disana yang ‘katanya’ ekstrim alias super duper dingin. bener begitu mba?

    • Ina Lestari
      April 22, 2015

      Maaf mbak lilsunstar, jwbn td bwt mbak y. Hehee! Td balasnya cpt2 soalnya br smp apato…🙂

  5. difiya3589
    April 21, 2015

    mba ina lestari..boleh minta alamat emailnya kah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 21, 2015 by in 2014, Ina Lestari, Pengalaman Sehari-hari, Pokoknya Cerita! and tagged , , , .
TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: