Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Meet my family :) Hajimemashite

PUji Tuhan setelah pergumulan panjang dan doa yang tak putus-putus, akhirnya bulan Maret 2015 ini keluarga saya bisa ikut saya untuk tinggal di Akita sampai program Teacher Training ini selesai. Awalnya saya ragu karena banyak kendala. Dari segi bahasa, sekolah, dan juga bisnis suami menjadi faktor utama kegalauan saya, apakah tepat untuk membawa mereka ikut tinggal di sini.

Setelah tanya sana-sini, termasuk senpai-senpai di teacher training sebelumnya,dan dukungan dari keluarga, dosen, dan teman, akhirnya saya membulatkan tekad untuk membawa mereka kemari. Dimulai dengan mengurus berbagai dokumen, termasuk COE dan visa suami dan anak, lalu tempat tinggal di Akita (apato saya saat itu adalah single room, jadi harus minta kampus menyediakan dormi family room bagi saya dan keluarga), membuat rencana keuangan, rencana bisnis suami selama kami di Jepang, kepindahan sekolah anak kami, barang-barang yang perlu dan tidak perlu dibawa, dll dll dll. Satu persatu dengan kerjasama antara saya dan suami akhirnya semua dapat selesai, puji TUHAN.

Setelah mereka tiba, tantangan terus berlanjut, dari mulai menyiapkan semua keperluan anak sekolah (yang jujur saja cukup berbeda dengan sekolah anak saya di Indonesia) dengan kemampuan bahasa Jepang yang minim hihihi. Tapi saya juga kagum, ada aja orang yang datang bantu deh. Emang bener deh kalau memang Tuhan yang sudah atur semua. Dari sini saya belajar jadi ibu rumah tangga Jepang, yang super. hahaha. Kuliah, arubaito, PR, masak, nemenin bocah main, sampai antar jemput anak, tanpa pembantu ataupun mertua atau ibu yang bisa bantu hihihi. Tapi saya bersyukur, suami saya benar-benar sangat kooperatif, semua tugas rumah tangga kami kerjakan berdua, saling bagi tugas. Saat-saat tenang kami adalah saat anak kami sekolah hahaha, suami bisa fokus dengan usahanya, dan saya bisa fokus dengan tugas kuliah dan laporan-laporan yang menanti. Rasanya setiap pagi kami bangun, seperti petualangan. Ada saja hal baru yang kami dapat.

Dengan menyekolahkan anak saya di sini, saya juga jadi belajar bagaimana proses sekolah TK di sini. Saya senang sekali, karena nanti ke depannya ketika program ini selesai, saya juga bisa berbagi dengan guru-guru TK teman-teman saya di Indonesia. Salah satu hal yang mengejutkan saya adalah, anak saya dipegang oleh guru laki-laki yang masih sangat muda. Seorang diri, sense ini harus mengajar 27 anak (umur 4 tahun, belum lagi 1 anak yang ga bisa bahasa Jepang sama sekali :p). Kebayang repotnyaaaaa hehehe. Tapi ternyata banyak sekali trik-triknya sehingga walaupun sendiri, sense tidak mengalami kendala yang cukup berarti. Apa saja triknya? nanti saya share di blog saya http://www.tinggaldiakita.blogspot.com

Walaupun hari-hari kami di sini penuh tantangan, namun seperti lagu favorit saya, “as long as im with you, there’s no place i’d rather be”, apapun yang terjadi dan bagaimanapun kondisi kami, selama kami bersama … PRICELESS🙂

About tina triwijianti sandriputri

4 comments on “Meet my family :) Hajimemashite

  1. ramayanti panjaitan
    October 1, 2015

    mbak…salaam kenal.
    aq jg seor@g guru..sdh lama aq mengikuti teacher training ini.Tpi balm pernah lulus.mbak minta tips nya ya…..
    trimkash

    • Dear mba Ramayanti.
      Sejujurnya tidak ada spesial tips sih. Saya hanya lakukan yang terbaik di setiap tes hehe. Saya juga yakin mba sudah lakukan yang terbaik. Tapi mungkin memang belum waktunya. Tetap semangat untuk coba lagi. Di bagian mana mba gagal? Mungkin di bagian itulah yg harus diperbaiki. Semangat yaaaa

  2. lilsunstar
    April 17, 2015

    Salam kenal mba Tina. Aku lina. Aku salah satu Teacher Training MEXT candidates, masih menunggu pengumuman sampai nanti bulan Agustus. Mau tanya donk mba, kira2 berapa biaya yang dibutuhkan perbulan kalo kita tinggal bareng keluarga? trus, berapa budget awal yang dibutuhkan untuk tiket pesawat, dsb? rencana kalo nnti lolos aku mau ajak suami dan 2 anakku berangkat ke Jepang.

    maturnuwun

    • Dear mba Lina
      Salam kenal.
      Mengenai budget perbulan, sebetulnya tergantung dari kota mana nanti mba ditempatkan. Karena utk biaya tmpt tinggal, sekolah anak, makan, listrik,gas,dan air, asuransi, dll semua tergantung lokasi dan pemakaian. Kalau untuk saya dgn beasiswa yang didapat, setelah dihitung2, cukup utk hidup kami ber3 sebulan. Untuk biaya pesawat, karena saya di Akita, jadi cukup jauh, saya pakai korean air yg relatif lebih murah untuk ke akita dibanding pesawat lain. Kalau mau detail mba email aja ya di tina_sandriputri@yahoo.com atau bisa via fb : tina triwijianti sandriputri.
      Saran saya nanti mba berangkat duluan sendiri, untuk mengenali lingkungan plus sambil mengira2 berapa biaya yang mba sendiri habiskan selama sebulan, setelah itu nanti baru bisa perkirakan berapa pengeluaran perbulan jika sekeluarga datang. Jujur saja utk bulan pertama kedatangan mereka, biaya yang dikeluarkan memang cukup banyak, karena bnyk hal yang harus disiapkan. Tapi karena keluarga saya datang di bulan 6 saya di sini, jadi tabungan saya selama saya sendiri di sini 6bulan, puji Tuhan cukup untuk mengcover Semua. Semoga membantu ya mba.
      Good luck for the result🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 16, 2015 by in Pengalaman Sehari-hari, Pokoknya Cerita! and tagged , , , .
TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: