Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

GURU TIDAK BOLEH BERHENTI BELAJAR

 By Pak Tuswadi (alumni Teacher Training di Aichi Kyoiku Daigaku)

Ini ceritaku, sebagai pengingat bagiku, bagi anak-anakku!

Oktober 2007, saya mendapatkan kesempatan untuk belajar di Jepang selama 1.5 tahun melalui beasiswa program Penataran Guru setelah puluhan tahun mengabdi sebagai guru.

“Lha mending S2 di Indonesia, mendapatkan gelar! Ini jauh-jauh ke Jepang selama 1.5 tahun, sekembalinya nanti tetap S.Pd. Apa tidak mubazir!”

Sepenggal kalimat pelecut semangat itu terucap dari seorang anak manusia menjelang keberangkatanku ke Jepang saat itu. Aku pegang erat kata-katanya agar tak terlupakan!

Maret 2009, saya menyelesaikan program Penataran Guru dengan sukses, membawa banyak ilmu dan pengalaman dari Universitas Nagoya dan Aichi University of Education.

Wisuda program Penataran Guru, Aichi University of Education

 

Setelah genap satu semester kembali mengajar sebagai guru di tanah air paska kuliah di Jepang, seijin pemerintah per Oktober 2009 saya memutuskan untuk berjuang mengambil studi S2 di Universitas Hiroshima.

“Guru edan! Mau ngapain susah-susah ke Jepang! Kami saja yang berbeasiswa besar masih pikir-pikir hidup di Jepang yang semuanya serba mahal!”

Sepenggal kalimat pelecut semangat kembali saya terima dari beberapa anak manusia, toh masih lebih banyak rekan-rekan Indonesia yang berhati mulia dan memberikan dukungan dan bantuan selama masa-masa sulit yang saya hadapi selama kurun waktu 2009-2011 hingga akhirnya keluarga bisa menyusul ke Jepang karena isteri juga mendapatkan kesempatan untuk studi S2 di kampus yang sama, Hiroshima University.

Wisuda program S2, Hiroshima University, Sept 2011

 

Penguat dan inspirator terbaik saya: keluarga

 

Mendapatkan dukungan penuh dari keluarga dan pemerintah, selepas meraih ilmu dan gelar Master of Education, saya memutuskan untuk meraih pendidikan tertinggi, yakni S.3.

 

“Untuk diterima S.3 bisa saja mudah! Masalahnya apakah semudah itu pula untuk mendapatkan beasiswa?”

“Guru kan beda dengan dosen? Buat apa gelar tinggi-tinggi? Apa tidak kelebihan ilmu nantinya?”

Beberapa penggal kalimat pelecut semangat yang lain saya terima lagi dari anak manusia.

 

Keluarga pembelajar

 

Karena guru harus menginspirasi, maka saya pun mendorong, selain isteri, juga keponakan dan adik ipar yang sama-sama guru, untuk bersama-sama bersekolah di Jepang. Semua kebaikan harus berawal dari diri dan keluarga…ini kata kunci yang saya pegang!

 

Masa 3 tahun tidaklah lama! Lulus tepat waktu dan berprestasi sebanyak-banyaknya menjadi motto studi saya selama di Jepang! Setelah sukses membawa keluarga menjadi pembelajar di Hiroshima, saya pun mendorong murid-murid saya di SMA yang telah menjadi sarjana untuk mau berjuang di Jepang guna meraih ilmu dan gelar akademis yang lebih tinggi. Dan berhasil!

 

Generasi penerus

 

25 September 2014, setelah semua syarat akademis terpenuhi, cita-cita yang saya genggam erat untuk diwujudkan pun teraih gemilang. Diwisuda dengan mendapatkan ilmu dan Ph.D in Ed. degree.

 

Awarded Global Environmental Leader Education diploma

 

Bersama kita bisa

 

Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena begitu banyak kebaikan yang saya terima dari begitu banyak orang dan institusi di Jepang selama saya menyelesaikan sebuah tugas besar sebagai seorang guru, yaitu menginspirasi ummat khususnya sesama guru untuk tidak pernah berhenti belajar. Belajar bukan untuk mengeruk materi….bukan untuk membusungkan dada hanya karena satu dua kata gelar akademis….dan bukan pula untuk menjadi gila pujian!  Alhamdulillah…terima kasih, Allah SWT atas semua kebaikan ini.

 

Man Jadda wa Jadda

 

Saijo, Higashi Hiroshima, 27 Sept 2014

 

About Kuma

Mantan pegawai. EO sekaligus manager di CV. Kreasi Presentasi (www.KreasiPresentasi.com)

4 comments on “GURU TIDAK BOLEH BERHENTI BELAJAR

  1. nita
    December 17, 2014

    Ada kontak yang bisa dihubungi? Sy berencana ikut penataran guru tahun 2015.

  2. Gilig Guru
    October 2, 2014

    Seandainya ada S4 pun pasti akan ditempuh pak Tus dan saat itu satu kampung akan ikut meneruskan semangat beliau

    • Kuma
      October 6, 2014

      Hehe… Semangatnya luar biasa ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 27, 2014 by in Ideas and Thoughts, Pokoknya Cerita! and tagged .
TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: