Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Apa yang kamu lakukan di tanggal 1 dan 2 Oktober? (Edisi HIRODAI)

Pertama, saya ingin mengucapkan sekali lagi, “selamat !”untuk peserta teacher training 2014 yang telah menerima kabar mengenai universitas yang dituju di Jepang.

Dan kembali mengucapkan “Selamat!” untuk kalian yang diterima di kampus Hiroshima (HIRODAI). Selamat bergabung di kampus terbesar di Jepang dengan fasilitas penunjang terbaik yang akan mendukung kalian selama menempuh studi di kota yang namanya tertulis dalam buku sejarah di seluruh dunia tertanggal 6 Agustus 1945.

Kali ini saya mencoba mengupas edisi perjalanan yang pernah dialami oleh rekan-rekan teacher training 2012, terutama memang secara khusus menuju kampus hirodai.

PRA

1. Pihak monbusho perwakilan jakarta akan mengirimkan kita informasi mengenai daftar peserta teacher training berikut kampus pilihan.

2. Adalah wajar bila kemudian kita mengira-ngira bentuk perjalanan yang seperti apa yang akan kita hadapi dari indonesia sampai ke kampus tujuan. Yang saya lakukan saat itu, tentu saja mengakses website universitas dan browsing pengalaman mahasiswa yang sedang atau lebih dulu studi di Jepang.

3. Berikut ini adalah link kampus hirodai dalam edisi bahasa indonesia, hasil karya mba Nuria Harist, lulusan Hirodai program doktor sastra Jepang. (aduh, maafkan, ternyata tidak berhasil masukkan linknya, coba di cek langsung ke home.hiroshima.u-ac.jp/indonesi/

4. Untuk kalian yang menuju hirodai, biasanya bentuk itinerary yang tertera pada tiket online adalah naik pesawat JAL dari Bandara Soetta menuju Bandara Narita pukul 10 malam. Berlanjut dengan pesawat JAL dari Bandara Haneda menuju Bandara Itami, Osaka pukul 11.30 siang.

5. Perjalanan di poin ke-empat sudah diatur oleh travel. Tetap diberikan kesempatan untuk bernegosiasi, semisal kalian memiliki rute yang dinilai lebih dekat, nyaman, dan mudah. Biasanya pembicaraan mengenai transportasi dibahas antara pihak universitas, travel dan tentu saja, pihak Monbusho.

6. Saat itu, dengan pertimbangan lebih dekat dan mudah, Saya berikut 3 orang rekan lainnya mencoba meminta rute perjalanan diubah dari Narita, langsung menuju Bandara HIroshima. Ternyata memang dikenakan biaya tambahan untuk tiket sebesar kira-kira ¥30000. Pembayaran di awal tetap ditanggung Monbusho, namun akan dipotong dari biaya beasiswa pertama kali edisi bulan Oktober. Akhirnya, kami memutuskan menikmati perjalanan yang ditawarkan. (Catatan, ternyata naik JAL sekali seumur hidup justru pas berangkat kemarin, untuk edisi pulang, kami diberikan tiket GI)

7. Ada dua orang peserta TT 2012 yang lebih dulu berangkat sebelum tanggal 1 Oktober, Ayu dan Euis. Seperti yang saya bahas sebelumnya, keberangkatan mereka berdua yang lebih awal disebabkan karena kebijakan universitas. Sisanya diberangkatkan secara serentak tertanggal 1 Oktober dari Bandara Soetta.

1 OKTOBER

1. Soekarno Hatta, prosedur standar adalah check in. Jangan lupa menikmati santapan dinner di lounge JAL, sambil menunggu jam 10 malam tiba.

2. Welcome to JAL, selamat menikmati fasilitas kelas ekonomi JAL (meskipun ekonomi, bagi saya, itu adalah kelas bisnis,hehe). Oh, bulan Oktober adalah awal musim gugur, suhu memang rendah. Kira-kira 20-25 derajat celcius. Tapi masih bisa diatasi dengan memakai sweater. Jaket winternya dimasukkan saja ke bagasi.

3. Khusus sarapan, bila kalian muslim, ada baiknya bertanya,dari makanan yang sudah dihadirkan, bila disajikan daging, maka yang manakah yang mengandung pork? Saya mengutarakan hal ini, karena saat itu, kami disuguhi hot dog dan sempat berbisik-bisik, “ini hot dog,bisa dimakan ga ya?”.

4. Sampai di Bandara Narita, kalian sudah mulai terpencar. Grup Hirodai bergabung dengan Grup Shimane dan Grup Okayama, naik damri ke Bandara Haneda Pukul 11.35 kami kembali naik pesawat JAL menuju Bandara Itami, Osaka. Tiket Damri harganya ¥1500

5. Sekedar saran, di Bandara Narita,gunakan jasa pengiriman koper dengan alamat tujuan langsung ke internasional house, higashi hiroshima. Hampir seluruh warga jepang menggunakan jasa ini, agar perjalanan tidak terganggu dengan aktivitas memindahkan koper dari satu terminal/stasiun ke terminal/stasiun yang lain. Biayanya, setelah ditimbang, bila dialamatkan ke International House, ¥1900/satu koper. Tapi jangan lupa untuk menata ulang, menyiapkan baju dan bekal makanan untuk dua hari, sambil menunggu sampainya koper ke asrama.

6. Sesampainya di Bandara Itami, Grup ini terpecah; Hirodai, shimane dan Okayama. Kami yang menuju Hirodai kembali naik Damri ke Shin Osaka lalu kemudian naik shinkansen ke Hiroshima. Kami membeli non-reserved ticket seharga kira2 ¥9000

7. Karena pihak universitas akan menjemput kami di stasiun Higashi Hiroshima, maka jenis tiket shinkansen yang TIDAK bisa kami beli adalah jenis NOZOMI. Hal ini disebabkan, Jepang memberlakukan dua jenis tiket shinkansen di wilayah barat, tiket super cepat yang disebut NOZOMI, hanya berhenti di stasiun utama (tidak berhenti di higashi hiroshima), dan tiket shinkansen yang masih bisa berhenti di stasiun utama plus stasiun tambahan (salah satunya Higashi Hiroshima).

8. Sebenarnya, selama rentang bulan Agustus-September, pihak universitas akan memberitahukan melalui email, mengenai rute perjalanan berikut jadwal kereta. Alhasil, ketibaan kami di stasiun Higashi hiroshima tidak jauh melenceng dari jadwal yang diberikan. Kira-kira pukul 17.00 kami sampai di titik penjemputan, bertemu tutor, naik taksi (dibiayai oleh universitas), sampai di International house, diberikan kunci dan there you are…

9. Malamnya, sempat berjalan kaki menuju DAISO di YOUME TOWN dekat kampus, belanja keperluan dapur, menelpon keluarga melalui telepon umum di dekat halte GAGARA GUCHI, siapkan kira2 2 koin ¥100.

2 OKTOBER

1. Janjian dengan tutor, agendanya adalah menuju city hall, membuat residence card. Ke Japan Post Bank, membuka rekening. Beasiswa berikut biaya asrama (termasuk gas,listrik), dan (nantinya) biaya telepon selular akan ditransfer atau dipotong di rekening tersebut.

2. Bila dua jenis registrasi diatas sudah selesai, jangan sungkan untuk membeli telepon selular. Operator yang tersedia adalah softbank, docomo, dan au. Tambahan informasinya adalah, secara umum mahasiswa indonesia di kampus HIRODAI secara berjamaah menggunakan softbank. Bebas menelpon dan mengirim sms sesama softbank dari jam 1 pagi sampai jam 9 malam. Kalau jenis hanphone biasa atau smartphone, itu terserah pribadi masing-masing. Kalaupun ada “pemberontak”, hehehe, maksudnya beralih ke docomo atau au (karena fasilitas unlock,sehingga hp bisa digunakan kembali di Indonesia), maka biasanya kami terkoneksi melalui LINE.

Sebagai gambaran, saya sudah mempersiapkan gadget tablet dari Indonesia, jadi merasa cukup berat bila harus kembali membeli smartphone, Akhirnya saya memlih samsung s740, dengan program basic, biaya minimal ¥980 perbulan. Akses internet tersedia di kampus (plus di Asrama, di lantai 2 atau membayar NTT), nah ada teman saya yang menggunakan docomo, memilih smartphone yang menyediakan akses internet unlimited, sehingga saya dan dia terkoneksi oleh LINE. Sisanya, cukup leluasa untuk menelpon serta mengirim sms rekan-rekan yang memang menggunakan softbank.

3. Bertemu Sensei. Semua peserta teacher training di kampus Hirodai (dan saya yakin, di Jepang secara keseluruhan), akan ditempatkan di kampus pendidikan. Kampus pendidikan ada di gedung A,B,C dan K.

4. Proses mendapatkan student ID butuh waktu kira-kira dua minggu, tapi biasanya kamu akan diberikan pasword GUEST. Kegunaannya adalah untuk akses internet di HIRODAI. Nah, akses hotspot wifi yang sering banget saya pakai adalah di shokudai (kantin), depan central library (bisa sambil duduk di kursi taman), pojok hotspot di Gedung C lantai dasar , dan area t4 kursus di K308.

 

NB: Sepeda, iya, saya mau bahas sedikit tentang sepeda. Kalau kamu mau menunggu hibahan sepeda dari mahasiswa hirodai yang sudah lulus dan kembali ke Indonesia, silahkan. Kalau saya dan rekan2 TT 2012, memilih membeli di toko sepeda dekat YOUME, sepedanya ada dua pilihan begigi atau tidak bergigi. Pemborosankah? bagi kami tentu saja tidak. Uang sebesar ¥9000 yang saya keluarkan untuk jenis sepeda tidak bergigi, WORTH IT dipakai selama satu tahun setengah. Saya memilih berhemat dengan cara lain tanpa harus menunggu hibahan sepeda. Kalaupun akhirnya saya menghibahkan sepeda ke mahasiswa lain (karena tidak bisa di bawa pulang), ya dianggap saja bersedekah, hihi. Awalnya sempat menyesal, mengapa tidak memilih yang bergigi, jalanan di area saijo, seperti naik turun lembah. Belakangan, justru bersyukur, karena membantu amat sangat untuk saya menurunkan berat badan, mengencangkan otot lengan, pinggang, pinggul, paha…ahahaha…ini benar2 seperti testimoni iklan produk kesehatan, saya akan bilang, “IT WORKS!”

About ni_lasha

Hai,aku nilasha. Tukang nulis, terutama saat kerjaan numpuk. Pelariannya adalah menulis. Pas menengok kerjaan yang masih menumpuk, kembali melarikan diri untuk menulis. Aku terobsesi menjadi populer, untuk novel yang belum terbukukan, untuk buku yang masih di awang-awang dan untuk puisi galau yang bersinergis dengan nuansa alam.

One comment on “Apa yang kamu lakukan di tanggal 1 dan 2 Oktober? (Edisi HIRODAI)

  1. Gilig Guru
    November 9, 2014

    Ini akan sangat membantu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 25, 2014 by in Pokoknya Cerita!.
TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: