Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Masa menanti pengumuman final (jelang Agustus tahun lalu)

Caution: Catatan ini ditulis oleh seorang yang bertemperamen melankolis-koleris. Kemungkinan akan bernuansa (sedikit) dramatis.

Sebentar lagi aku akan memasuki bulan ke-10 sejak pertama kali menginjakkan kaki di negeri sakura ini. Aku ingat betul kondisiku tahun lalu, saat masih di tanah air.

Pada titik itu, aku sudah mengajar selama enam tahun, dan aku sudah berada di titik jenuh. Rutinitas sehari-hariku sangat terprediksi sehingga mencapai pudarnya rasa eksitasi ketika hari baru tiba. Aku sungguh-sungguh ingin pergi jauh, agar bisa disegarkan kembali, mengevaluasi sekaligus memompa adrenalin keterampilan dan motivasi baru di tempat berbeda agar objektivitasku lebih dominan sekaligus agar bisa lebih fokus.

Jepang adalah alternatif yang menawarkan pintu peluang yang dapat diintip karena terbuka sedikit, mengingat aku sudah melewati tahap wawancara. Rumor yang beredar, kemungkinan lulus dan berangkat ke Jepang melewati lima puluh persen. Kalau di prakiraan cuaca disini, biasanya kalau dikatakan lebih dari lima puluh persen persentasi akan turun hujan, maka hujanpun turunlah.

Tapi justru disitulah letak permasalahannya. Kemungkinan lulus ada, maka kemungkinan tidak diterimapun otomatis hadir, nongkrong dengan manis, menakut-nakuti dengan sadis. Katanya tidak ada yang lebih sakit dari keadaan yang terkatung-katung; anak muda sekarang menyebutnya keadaan sedang digantung. Sakit.

Panggilan telepon dari Kedubes untuk memastikan bahwa kita tidak akan mundur jika dinyatakan lulus, sungguh hanya membuat hati semakin kacau. Karena lagi-lagi pihak kedubes menyatakan, “Belum ada keputusan pasti, masih menunggu dari MEXT..” pada akhir percakapan yang sempat mendorong angka harapan lulus dari lima puluh menuju seratus persen; sebelum akhirnya kembali lagi ke angka lima puluh persen lebih sedikit. “Terlalu, sungguh terlalu!”, pikirku saat itu.

Kegalauanpun merambah ke keseharian. Setiap kolega menanyakan perkembangan beasiswa Teachers Training Monbusho, sebisa mungkin aku mengelak, hati terasa tak enak. Selera makanpun terganggu. Sayangnya, aku adalah tipe orang yang kalau emosinya diguncang, akan mengalihkannya ke makanan. Jadi, selera makan yang terganggu bagiku itu berarti pergeseran dari normal menjadi keterlaluan (emotional eating). Semua makanan aku santap dengan lahap dan kalap. Bukan kebiasaan baik, karena setelah jarum di timbangan bergeser ke kanan (timbangannya belum digital), bertambah lagilah hal yang meresahkan; pelariannya lagi lagi ke makanan (oh, siklus nan mengenaskan!).  Bahkan doaku pun mulai aneh, sedikit bernuansa ‘gelap’. Seperti seorang anak yang mengancam tidak akan pergi ke sekolah kalau belum dibelikan tas baru oleh orangtuanya. (Kalau dipikir-pikir, siapalah aku ini sampai-sampi ‘mengancam’ Yang Kuasa. But for this, He loves me so, I know).

Sampai kemudian muncullah pesan di group facebook yang mengubah segalanya. Pak Ircham dengan manis menyatakan kami semua yang lolos tahap wawancara , diterima oleh MEXT, dan akan mulai berangkat per akhir September 2013. Group pun langsung ramai. Semua bersukacita. Pak Ircham pun meminta maaf karena telah ‘menggantung’ kami begitu lama. Dia hanya melakukan sesuai prosedur, katanya. Sepertinya beliau mengerti kegalauan kami yang telah begitu lama bertahta.

Setelahnya persiapan pun dilakukan, dari mengurus paspor baru (karena yang lama akan expired dalam tempo 5 bulan), visa, perizinan, e-ticket dari Kedubes, dan lain-lain yang detailnya dapat dicek di post rekan-rekan yang lain.

Sekarang, memandang ke masa setahun lalu itu, di satu sisi aku menikmatinya. Kegalauan tidak selamanya bermakna negatif; karena setelahnya aku menjadi sangat mengapresisasi dan bersyukur atas kelulusan ini.

Tapi di sisi lain, I wish I spent my time more wisely. Jika aku tidak segalau masa itu, mungkin akan lebih baik. Mungkin.

Rekan-rekan yang sedang dalam masa penantian, you decide.

7 comments on “Masa menanti pengumuman final (jelang Agustus tahun lalu)

  1. Iori
    March 8, 2015

    saya termasuk yang lulus interview tahun ini (2015) dan sepertinya akan mengalami kegalauan yang sama..😦, mau nanya, menurut informasi yang mbak tau berapa % yang gagal di bulan agustus setelah lolos di interview? ~~~Galau~~~

    • astrina70new
      March 18, 2015

      Pas jaman kami, semua yg lulus interview brangkat ke jepang🙂 tp ya itu ya, pihak kedutaan tdk memastikan sampai akhir agustus.. Slamat menggalau, hehehe Ttp berdoa :))

  2. dedi nur akbar nasir
    December 15, 2014

    Assalmu alaikum wr wb dan selamat malam perkenalkan saya dedi maaf sebelumnya saya mau tanya cara mengisi formulir teacher training saya pernah daftar tapi gak lulus berkas mungkin salah cara mengsinya. Mohon bantuannya. Terimakasih.Wassalam

    • astrina70new
      December 15, 2014

      Salam kenal pak dedi! Boleh minta alamat emailnya? Sy kirim form punya saya saja supaya jd bahan referensi bpk, bagaimana?

      • difiya3589
        April 24, 2015

        mba astrii..salam kenal..saya dian.. boleh kah dikirim juga form punya mba. buat referensi.. arigatou.
        Emailnya difiya_3589@yahoo.com.

      • May T Maharini
        May 21, 2015

        Maaf Mba Astrina… salam kenal. Saya ‘outsider’ nih yang lagi surfing internet mencari2 soal beasiswa TT di jepang… berharap akan ada beasiswa Monbukagakusho tahun untuk 2016. Boleh saya tahu tips2nya mba biar bisa dapat.. atau minta email atau kontak facebook atau sebagainya mba astrina.. thanks sebelumnya🙂

      • astrina70new
        May 25, 2015

        boleh add via facebook aku aja ya.. user namenya Astri Napitupulu, email astribuanax@yahoo.com
        ditunggu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 28, 2014 by in Astri Napitupulu, Ideas and Thoughts, seleksi and tagged .
TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: