Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

On Time

Jepang memang terkenal on time. Kamu boleh coba untuk telat, silahkan saja. Maka jangan kecewa bila bis, kereta atau bahkan teman sejawat berlalu meninggalkan kamu dengan alasan bahwa kamu tidak hadir di pada waktu yang telah ditentukan.

Saya sudah mengetahui hal ini sejak awal sebelum keberangkatan saya ke negeri yang letaknya paling ujung dari asia timur. Sesekali saya telat, tapi lebih banyak tepat waktu. Saat mengikuti kegiatan perkuliahan, Saya selalu mencoba tepat waktu. Kalaupun telat, itu karena saya sengaja memperlambat jalan dari lab kerja ke ruangan aula perkuliahan. Alasannya sederhana, datang lebih cepat pun, hanya bisa duduk, diam tanpa ada teman ngobrol. Maklum, kelasnya adalah kelas full nihonjin, sehingga untuk berbicara pun,saya kesulitan.

Kembali ke urusan on time, ada masa dimana saya merasa kewalahan untuk menepati janji datang tepat waktu. Bulan Desember 2013 lalu, kebetulan saat itu berlangsung program school visiting. Supervisor saya mengunjungi beberapa sekolah dasar yang berlokasi di Hiroshima dan memberikan layanan mengajar materi mengenai “fase bulan” dan “Aliran air” untuk siswa kelas 5 SD. Wew, sungguh saya iri dengan siswa-siswa tersebut. Mereka bisa merasakan pengalaman dibimbing langsung oleh pengajar setingkat profesor.

Desember adalah bagian dari musim dingin di bumi bagian utara,dan bagi Saya musim dingin adalah momok yang menakutkan. Bangun pagi, menyapa air panas di kamar mandi, mengayuh sepeda sambil ditampar oleh udara bersuhu minus, adalah aktivitas yang dipaksakan menjadi santapan saya setiap hari.

Mengejar jadwal bel masuk sekolah pukul 08.15 menjadi episode perjuangan karena itu berarti Saya harus mengambil jadwal bis menuju stasiun saijo paling awal yaitu jam 6.25, lalu mengejar jadwal kereta dari saijo ke hiroshima jam 7.40

Solusinya mudah sekali, bangun jam 5 pagi, bergegas berangkat ke halte bis kampus. Menjadi tidak mudah saat saya tidak tahu jadwal bis ke kampus. Kalaupun saya cerita di awal tentang jadwal bis, itu karena ada dua kali saya tergopoh-gopoh mengayuh sepeda langsung ke stasiun disebabkan setelah jam 6.25, bis berikutnya akan beroperasi pada pukul 07.30. Saya yang mengira bis akan tiba setiap 10 menit sekali lantas tiba pukul 07.00 akhirnya memutuskan untuk mengayuh sepeda menempuh jarak 2 km ke arah stasiun. Tepat waktu? tentu tidak, saya bisa melihat dari kejauhan si kereta dengan kode 07.40 berlalu meninggalkan stasiun. Dengan sigap, saya keluarkan handphone dan menulis melalui message memberitahukan keterlambatan Saya ke tutor.

On time juga berlaku saat kamu diundang ke acara nomikai. Model nomikai yang ada di lab saya adalah disesuaikan dengan momen bonenkai dan welcome party. Kami biasanya patungan untuk membayar hidangan di restoran plus ongkos transportasi carteran bis dari kampus pendidikan ke tempat berlangsungnya acara. “Jam 6.30 dari lab”, dan itu berarti saya harus stand by di lab membuang waktu sedari sore dengan duduk manis di lab, memperhatikan teman-teman lab yang saling bercengkrama sampai saya berpikir, sebenarnya saya diajak atau tidak ya? Maklumlah, saya tidak bisa berbahasa jepang faseh dan mereka pun tidak mahir berbahasa inggris. Serasa dikacangin karena tidak ada satupun yang menegur sambil sekedar mengingatkan, “Hai nisa, jangan lupa yah, nanti jam 6.30 dari lab”. Padahal di Indonesia, sudah terbiasa dengan basa basi model begitu. Jam 6.30 semua bergegas mengambil jaket dan bergerak meninggalkan lab. Dua menit dipergunakan untuk rute lantai tiga dan sampai di lobi tempat bis menunggu.

On time berikutnya pasti berlaku di setiap acara formal. Entah itu acara seminar, workshop, apapun. Bahkan sepertinya orang jepang bisa menghentikan perdebatan di sebuah diskusi hanya karena waktu yang disediakan tidak lebih dari 20 menit. Hal ini pernah saya alami saat mengikuti diskusi terbuka antara guru dengan komite sekolah dalam acara seminar guru di wilayah Ohnomichi. Wah, meski saya tidak menguasai keseluruhan materi yang sedang dibahas, melalui gerak bahasa tubuh, saya bisa menerima gelombang perbedaan pendapat antara yang satu dengan yang lain.

Ada satu hal yang menarik seputar on time. Saya pernah ditegur oleh tutor. Saat itu, kesepakatan yang ditawarkan adalah “antara jam 13 sampai dengan 14”. Alhasil, saya yang menjadi humas antara tutor dengan teman indonesia dan tailan, mengatakan “teman-teman, antara jam satu siang sampai jam dua yaah”. Kami semua sadar betul, bahwa berjanji dengan nihonjin, jangan sampai tidak on time, atau itu akan mencoreng diri sendiri.

“Di Jepang, kalau orang berkata antara jam 13 sampai dengan jam 14, maka mereka akan hadir sebelum pukul 13 dan menunggu waktu yang sesuai berangkat sampai dengan maksimum jam 14 mereka akan berangkat bersama”, ucap tutorku.

Waduh, sementara kami berpikir, kalau orang berkata antara jam 13 sampai dengan jam 14, maka mereka akan hadir mulai pukul 13 sampai dengan jam 14 maksimum mereka akan pergi bersama.

About ni_lasha

Hai,aku nilasha. Tukang nulis, terutama saat kerjaan numpuk. Pelariannya adalah menulis. Pas menengok kerjaan yang masih menumpuk, kembali melarikan diri untuk menulis. Aku terobsesi menjadi populer, untuk novel yang belum terbukukan, untuk buku yang masih di awang-awang dan untuk puisi galau yang bersinergis dengan nuansa alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 19, 2014 by in kultur, Nissa Maulia, Pokoknya Cerita!, TT 2012 and tagged , , , .
TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: