Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Yang Dikangenin dari Indonesia (So far) adalah…

Minna, konnichiwa,

Tidak terasa sudah 9 bulan-an kami menjalani program Teacher Training dari Monbukagakusho ini. Sebenarnya sih ga ingin dihitung-hitung apalagi diinget-inget, tapi terpaksa karena ada salah satu tamu Sensei yang bertanya, “kamu belajar bahasa Jepang sudah berapa lama?”, yang dilanjutkan dengan pujian dan tentu saja saya jawab dengan “Mada-mada desu”, karena memang baru bisa sampai situ. Hehehe..

Pengalaman seru? Wah, banyak. Setiap universitas mungkin berbeda programnya. Di University of Tsukuba, setelah kelas intensif Bahasa Jepang selama 4 bulan, memasuki tahun ajaran baru, kami mulai memilih kelas untuk kuliah, aktif presentasi di seminar teacher training maupun jurusan masing-masing, mengikuti kegiatan – kegiatan kampus (termasuk kompetisi Softball), dan mulai berkutat dengan riset yang disetujui Sensei. Jadi, walaupun dari Indonesia kita sudah bikin riset kecil untuk proposal, belum tentu itu yang disetujui lho. Dalam hal ini saya cuma bisa berkata,”ganbatte!”.😛

Bagi yang senang aktif di organisasi, ada PPI di masing-masing kampus yang biasanya memiliki banyak program-program seru. PPI Ibaraki misalnya, tahun lalu mengadakan Malam Cinta Indonesia yang diadakan dua tahun sekali (Nah, TT 2014 bisa nih ikutan), dan Mei kemarin mengikuti TIEF (Tsukuba International Exchange Fair) dan Festival Asrama.

Banyak kegiatan dan program menarik, termasuk diundang ke Concert Festival Komaba School di Tokyo, plus kemegahan dan fasilitas Negara maju yang oke punya, pasti banyak yang berpikir ga bakal kangen sama Negara sendiri. At some point iya sih. Tapi engga juga kok. Buat saya pribadi, ada hal-hal di Indonesia yang tak tergantikan. Misalnya:

  1. Makanan.

Sasuga banget ya, disebut duluan. Hehehe… Di Jepang rasa makanan itu almost plain alias ga ada rasa! Apalagi buat penggemar masakan berbumbu dan pedas, pasti kangen berat sama masakan Padang, Manado, dan sekitarnya (sekitar Indonesia plus asia tenggara deh. *Lol). Dan kalau abis dari kelas atau lab atau seminar berasa capek banget, males masak, mulai deh kangen sama abang-abang tukang mi ayam, bakso, sate, ataupun warteg-warteg yang banyak bertebaran (mungkin ini hanya perasaan anak kos macam saya sih, yang emang dari sononya males masak. Ahahaha..). Dan kalau kebetulan punya temen fb yang dagangannya makanan atau lagi wisata kuliner, yah, gitu deh… TT__TT

 

  1. Perintilan Murah Meriah.

Nah, ini juga yang bakal dikangenin dari Indonesia. Bukannya ingin mempromosikan bajakan ya, tapi, di Indonesia itu memang gampang banget nyari aneka aksesoris buat android, tablet, ataupun micro sd murah meriah. Disini yang murah meriah itu malah aksesorisnya Ipad, Iphone, dan teman-temannya (kasihan yang bukan penggemar produk Apple). >_<

 

  1. Bioskop

Ini yang paling dikangenin. Di Indonesia, cuma modal 30 – 50 ribu (alias 300 – 500 yen) udah bisa nonton film box office, 3D pula. Disini, bioskop terdekat dari tsukuba harga normalnya 1800 yen! Kalau 3D kita harus nambah lagi skitar 400 yen. Untungnya buat para ladies ada ladies day (setiap rabu) dimana harganya didiskon skitar 700 yen. Yang menarik, disini semua film 2D didubbing ke bahasa Jepang, jadi buat yang bahasa Jepangnya masih naka naka terpaksa harus memilih 3D yang lebih mahal (kebetulan saya memang lebih suka 3D sih. Cuma harganya aja yang bikin sedih).

Selain itu, hal yang terasa beda antara bioskop Jepang dan Indonesia ada para Mbak dan Mas penjaganya. Di Indonesia, di tiap pintu masuk ada petugasnya, malah ada yang sekalian jualan, yang ngasih dan mengambil kembali kacamata 3D juga ada sendiri. Disini, petugasnya Cuma Mbak Kasir dua orang, skitar dua orang di konter makanan, plus satu orang petugas pemeriksa karcis yang stand by di depan lorong (yang mengoperasikan proyektor ga saya itung ya). Jadi berasa sepi banget pas masuk ruangan. Jadi berasa milik pribadi. Hahahaa..

Selain itu, kalau di Indonesia, jika film telah menampilkan daftar pemain, maka lampu dinyalakan dan penonton boleh meninggalkan ruangan atau terus menunggu, kali aja ada scene yang sengaja ditaruh paling akhir. Ini nih yang kadang bikin kecele. Baru berbulan-bulan setelah nonton di bioskop saya baru sadar, kalau di Kung fu Panda itu ada adegan setelah daftar pemain selesai ditayangkan! (curcol dikit). Disini, walaupun film (kelihatannya) sudah berakhir dan daftar pemain mulai ditayangkan, tapi lampu belum dinyalakan (which means penonton belum boleh keluar). Awalnya saya berpikir, apa disini kita `diwajibkan` nonton daftar pemainnya juga, tapi ternyata karena ada adegan yang disisipkan setelahnya. Kemudian, setelah film berakhir, ada kotak untuk menaruh kacamata 3D yang telah kita pakai, tanpa Mbak atau Mas Penjaga. Baru di depan lorong ada para Mas Penjaga yang berulang-ulang membungkuk sambil mengucapkan “arigatou gozaimasu” berkali-kali dengan amat sangat ramah.

 

Anyway, dengan kecepatan internet seperti Jepang, bisa banget kalo kita milih nonton streaming kalau males ngeluarin duit dan effort ke bioskop. Tapi saya pribadi, kalau bisa nonton 3D di bioskop ya mending ke bioskop deh (sekali lagi, cuma harganya bikin sedih. Hiks).😀

 

Nah, mungkin postingan yang ini termasuk absurd bin ga jelas. Maklum, riset untuk final report plus ngarang untuk bahan presentasi di seminar akhirnya berdampak, ahahaha.. Kidding. Tetap bersemangat, tetap berusaha yang terbaik, dan Insya Allah mimpi-mimpi kita jadi kenyataan.

 

Minna, Ganbarimashou! ^^

DSC_0582

One comment on “Yang Dikangenin dari Indonesia (So far) adalah…

  1. Osi Wikusnara
    July 8, 2014

    Ulasan tentang bioskop ini thank you banget!!❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: