Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Cerita dari hoikuen

Bulan ini tepat 4 bulan sudah anak-anak menjadi penghuni hoikuen *daycare* di inage.

3 bulan pertama anak2 saya titipkan di hoikuen swasta, tak ada pilihan lain karena tidak mendapat tempat di hoikuen milik pemerintah.

Karena judulnya hoikuen swasta dan sementara, jadi maksimal hanya bisa menitipkan 3 hari dalam seminggu.
Selain itu biaya yang harus dikeluarkan juga tidak sedikit, ¥26.000 untuk satu anak 😬

Pertengahan februari, saya mendapat pemberitahuan kalau rapha diterima di salah satu hoikuen milik pemerintah, sedangkan adek mikha tidak, karena memang untuk usia adek mikha biasanya peminatnya banyak jadi memang agak sulit.

Nah satu hal membuat saya kagum dengan sistem di sini, petugas di ward office tidak serta merta lepas tangan.
Beliau memberikan alternatif2 lain untuk adek mikha, mengingat saat itu suami masih di jakarta, jadi kondisi kami dianggap urgent.

Selang 3 hari, bapak petugas yang baik hati ini kembali menelepon saya dan mengabarkan kalau adek mikha bisa masuk di hoikuen chigusadai.

Lega sih adek mikha mendapat tempat, tapi kedua hoikuen tersebut lokasinya berjauhan, jadi sepertinya akan repot juga nanti proses antar jemputnya.

Kemudian saya coba tanya ke bapak petugas yang baik ini, apakah ada hoikuen di mana mereka berdua bisa masuk bersama2,
Kemudian bapak ini meminta saya datang keesokan harinya untuk berdiskusi secara langsung.

Ditemani teman yang jago nihongo, saya kembali datang ke ward office untuk mendengarkan alternatif2 dari si bapak.

Singkat cerita, raphael dan mikhael akhirnya bisa mendapat tempat di hoikuen milik pemerintah, lokasinya sekitar 2,5 km dari asrama, kalau naik sepeda sekitar 10-15 menit.

Untungnya hoikuen ini juga dilalui beberapa alternatif bus dari dormi jadi kalaupun hujan atau nanti mulai winter lagi, seperti alternatif antar jemput menggunakan bus.

Puji Tuhan ya,
Seperti kata aa Gym, rejeki tidak melulu soal harta,
Tapi bertemu bapak petugas yang baik hati dan teman yang baik hati menerjemahkan juga suatu kemudahan dari Tuhan🙂

Hari ini sudah hampir sebulan anak2 di hoikuennya..
Sudah mulai enjoy sepertinya
Sudah tidak nangis ketika ditinggal
Dan saat dijemput masih sibuk bermain dengan teman2nya🙂

Oia di hoikuen ini mereka tidak belajar berhitung atau membaca
Tapi purely BERMAIN.

Raphael sekarang mulai jago panjat2an
Adek mikha pun ga mau kalah.
Motorik skillnya sungguh terasah.

Untuk harga tanah di jepang yang sangat mahal,
Hoikuen ini memiliki lapangan bermain yang justru lebih besar dari gedungnya🙂

Perihal makanan, semua sudah disiapkan dari pihak sana,
Rapha karena sudah di atas 3 tahun hanya diminta untuk membawa nasi 110gr untuk makan siang,
Lauk-sayur-snack dan susu sudah dari sana.

Oia setiap bulan para orangtua diberikan selebaran yang berisi menu dan bahan2 yg digunakan dalam makanan selama sebulan.

Selain itu anak2 juga diumur tinggi dan berat badannya per bulan,
Serta pertemuan orangtua setiap bulan.

Buku komunikasi juga wajib diisi setiap hari jadi kami bisa mengetahui bagaimana anak2 sehari2nya.

Lega rasanya menitipkan anak2 di hoikuen ini..

Oh ya karena uang beasiswa saya termasuk di bawah standAr hidup jepang, jadi kami tidak perlu membayar apapun untuk penitipan anak ini🙂

Maka nikmat mana lagi yang kau dustakan?🙂

2 comments on “Cerita dari hoikuen

  1. Frans
    May 12, 2014

    Mupeng ty..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: