Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Bekerja Sambilan (Arubaito) di Jepang

Arubaito di Jepang

Arubaito di Jepang

Di Higashi-Hiroshima, teman-teman saling bercerita mengenai rasa capeknya setelah bekerja. Bekerja? Bukannya mereka kuliah? Melakukan penelitian? Sibuk di lab? Ternyata di pagi, sore atau malam hari sebagian besar dari mereka bekerja sambilan (arubaito).

Sulit saya sangka bahwa arubaito ternyata bukan istilah dalam bahasa Jepang, melainkan dari bahasa Jerman, “Arbeiten.” Ah, tapi peduli amat. Yang jelas gaji yang digambarkan membuat dompet saya menganga.

BERBURU IJIN BEKERJA

Untuk dianggap “legal” saya harus memiliki work permit yang bisa diurus melalui kampus (kalau di Hirodai tempatnya di Student Plaza 3F) atau bisa juga melalui kantor imigrasi. Sebenarnya pada saat baru pertama kali datang di bandara Narita -dengerin yah- petugasnya bertanya, “Apakah ada rencana bekerja di Jepang?”

Pada saat itu dengan segenap kejujuran saya jawab, “Tidak.” Kuliah saja cukup, bagi saya, waktu itu. Lalu petugas memberikan paspor, membuatkan KTP Jepang (dalam 5 menit!) dan saya melenggang bebas.

Dua bulan kemudian staf administrasi kampus memberi tahu saya, “Untung saja kamu bilang tidak, sebab siapa tahu apa yang akan terjadi kalau kamu bilang iya.” Saya terheran, Ha? Maksudnya itu pertanyaan jebakan? Begitu?

Begitulah akhirnya ijin kerja baru saya urus dua bulan kemudian. Di kantor imigrasi dibutuhkan paspor dan KTP yang bila selesai diurus akan dikirimkan ke alamat rumah.

BERBURU PERUSAHAAN

Males banget kalau saya harus memaksa mata melotot membaca kanji pada iklan-iklan lowongan pekerjaan yang banyak bertumpuk dibagikan gratis di swalayan-swalayan. Ryu, seorang teman dari China mengajari saya untuk mencari lowongan lewat internet. Selain bisa di auto translate ke bahasa Inggris menggunakan Google Chrome (yah, curang!) juga bisa dipersonalisasi dengan kebutuhan pekerjaan yang kita inginkan. Misalnya, saya ingin mencari lokasi kerja yang dekat kampus, tidak membutuhkan keahlian bahasa, dan gajinya… he he he.

Tapi akhirnya bertanya ke teman yang sudah bekerja lebih mudah, karena tidak saja saya mendapatkan informasi, tapi juga diantarkan ke perusahaan untuk wawancara. Tanpa membawa surat lamaran, tanpa CV, tanpa foto, cukup dengan KTP dan paspor saya pun berhadap-hadapan dengan supervisor perusahaan Yamamoto di higashi-hiroshima. Mereka menyodorkan formulir CV untuk diisi di tempat, menanyakan kesanggupan bekerja menurut jadwal yang disepakati, nomor kontak, selesai…! sampai jumpa nanti kalau dihubungi kembali.

Tentu pertanyaan anda adalah gaji, baiklah.

Ada 4 shift yang berlangsung di perusahaan yang mencetak aksesoris mobil dari plastik ini, yakni Shift 1 adalah jam 9.00 hingga 16.00 dengan masa istirahat 3 kali, 2 di antaranya 10 menitan, dan 1 kali 50 menit pada durasi 12.00 hingga 12.50. gaji pada shift ini adalah 733 yen/jam. Shift 2 adalah jam 16.00 hingga 21.50  yang hanya memberi kesempatan istirahat 2 kali 10 menit dengan gaji sedikit lebih banyak yakni 833 yen. Shift malam gajinya lebih besar tapi saya kurang tahu persisnya, dimulai jam 21.50 hingga jam 03.40 dini hari. Sisanya adalah shift ke-empat.

Di antara rekan-rekan yang bekerja paruh waktu, kami menyebut pekerjaan ini sebagai “Beasiswa S2 Yamamoto”. Oh ya, intip perusahaan di sini (http://www.yamamoto-group.biz/).

About #Jemparing Gilig!

Pernah menjadi guru di Al-Furqan Jember, di tingkat SD, SMP, dan SMK. Pernah menempuh pelatihan Manajemen Sekolah di Hyogo University of Teachers Education di Jepang pada tahun 2008-2010. Menjabat kepala SMK Al-Furqan Jember pada tahun 2011-2013. Menempuh pelatihan TEFL di Hiroshima University. Kini menekuni olahraga sunnah panahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: