Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Pendidikan Karakter di Sekolah Jepang

Pendidikan Dasar di Jepang tidak hanya membekali dengan kemampuan teknis dasar (Membaca, Menulis, Berhitung) namun juga Budaya Belajar, Kemanusiaan, dan Semangat Hidup.

Salah satu bentuk pendidikannya adalah dengan melarang siswa diantar ke sekolah, mereka harus berjalan bersama kelompoknya.

Tidak Boleh Diantar ke Sekolah

Berangkat sekolah diseberangkan oleh relawan orang tua

Berangkat sekolah diseberangkan oleh relawan orang tua

berangkat sekolah rame-rame di jepang sama gilig

Paling belakang adalah siswa yang tertua. Perhatikan bagaimana mereka berjalan satu per satu.

japanese crossing guards

Seorang relawan membantu menyeberangkan jalan, biasanya adalah orang tua, kakek atau nenek yang tinggal di daerah yang sama.

Dalam satu grup kecil hingga 10 siswa ini, seorang siswa terbesar dipilih sebagai ketua dan mereka berjalan berurutan Ketua – siswa termuda – lebih tua – hingga siswa tertua. Berbaris hanya boleh satu-satu dan di tiap penyeberangan jalan mereka diinstruksikan tengok “kanan”-“kiri”-“kanan” baru “Watare!” (Menyeberang).

Selama 6 tahun boleh jadi kelompok ini akan terus bersama-sama. Karena mereka berasal dari satu lingkungan, keakraban mau tak mau akan terjalin. Selain belajar untuk sehat, mandiri, dan juga berani. Pendidikan pun diawali dari rumah.

Hal ini didukung oleh pemerataan standar sekolah di Jepang merata sehingga orang tua tidak menolak ketika ditempatkan di sekolah paling dekat dengan rumah oleh diknas. Tempat tinggal mereka rata-rata beradius 1-2 km dari sekolah.

Selain itu, pihak masyarakat, dalam hal ini adalah PTA (Parents Teacher Association) atau semacam Komite Sekolah, membagi orang tua mana saja yang bertugas untuk membantu mengawasi anak-anak tersebut. Terkadang mereka juga meminta anggota keluarga yang lain seperti kakek atau neneknya, atau tetangga yang sejalur dengan rute murid.

About #Jemparing Gilig!

Pernah menjadi guru di Al-Furqan Jember, di tingkat SD, SMP, dan SMK. Pernah menempuh pelatihan Manajemen Sekolah di Hyogo University of Teachers Education di Jepang pada tahun 2008-2010. Menjabat kepala SMK Al-Furqan Jember pada tahun 2011-2013. Menempuh pelatihan TEFL di Hiroshima University. Kini menekuni olahraga sunnah panahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 30, 2014 by in Gilig Pradhana, sekolah, unik and tagged , , , , , .
TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: