Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Mengkhianati Softbank dan Menuntut Docomo

Promo Pengkhianatan

Promo Pengkhianatan

Judulnya sadis yah? Tapi ceritanya asyik, kok.  Tapi karena panjang, saya bagi dalam 2 tulisan yah… insyaallah.

Kehilangan iPhone di Jepang mungkin tidak sehisteris kehilangannya di Indonesia, ya? Karena saya membeli iPhone dengan program “pengkhianatan” antar-carrier, dari Au ke Docomo.

Gimana Ceritanya?

Secara berkala, namun nampaknya ini masih misteri (halah!) masing-masing carrier (Softbank, Au, dan Docomo) mengadakan promo (norikae kyampe-n) kepada pengguna HP untuk berpindah kepada layanannya.

So, kalau kamu punya HP Softbank, tunggulah saatnya kompetitornya membuka iklan norikae di depan tokonya (kayak ginih), maka yang ingin hijrah lakukan ini:

  1. Pergi ke toko Softbank untuk melakukan kayaku (ah, kedengarannya gitu sih – tanya saja pak @Wisnu Adi yang guru Bahasa Jepang). Kalau saya sih bilangnya “yoyaku bango moraitain desu” (購読). Dan petugasnya langsung ngeh, Dia tanya, “Pindah kemana?” ehe ehe ehe… kayaknya ikhlas banget, nggak berusaha menahan untuk tetap dalam carriernya. Ada biaya pemutusan sekitar 1 mang.
  2. Bawalah nomor subscriptionnya (yoyaku bango), biasanya akan diprintkan oleh carrier lama, tapi bisa juga berupa SMS, kepada toko yang menawarkan narikae kyampe-n.
  3. Selain nomor tersebut, kamu juga harus membawa KTP (dengan alamat terbaru) dan kartu ATM (bukan bukunya). Teman saya sampai harus lari pulang karena harus ngambil kartu yang ketinggalan di rumah dan satunya lagi gagal mencoba gara-gara KTP nya alamat lama.
  4. Proses norikae biasanya berlangsung lebih dari 2 jam, dan ampuni saya kalau tidak bisa menjelaskan detail kejadian selama 2 jam full-nihon-go itu.
  5. Singkat cerita, kamu bisa dapat iPhone baru hari itu juga, dengan nomor yang sama, plus voucher (tergantung promonya sih). Dalam kasus saya iPhone nya dihargai 0 yen, yang artinya kalau diputus sewaktu-waktu tidak akan terkena biaya pembelian iPhone (kamu tahu kan, harga iPhonenya berkisar 5 hingga 8 juta dan dibayar dicicil bila tanpa promo). Namun setiap pemutusan akan terkena biaya denda seperti di awal.
  6. Ini tips buat “memurahkan” biaya bulanan: kadang-kadang dalam promonya mensyaratkan kamu untuk subscribe aplikasi tertentu yang berbayar. Nah, kamu bisa memutuskan aplikasi itu keesokan harinya. Beyes! Tagihan saya per bulan 3190 yen.

Kalau kamu nggak punya nomor, tentu tidak bisa ikut promo ini. Nah, cara paling murah mensiasatinya adalah dengan mendaftar “Prepaid Phone” menggunakan Au, atau “Whiteplan” (?) nya Softbank. Karena biaya pendaftaran Prepaid Au cuma 3000 an, ditambah beli pulsa terserah kamu antara 1000 sampai 10.000 yen yang berlaku setahun. Sedangkan Whiteplan -saya nggak yakin namanya itu sih, cuma HP nya lipat- seingat saya biayanya 9800 yen untuk dua bulan pertama dan cuma 980-1300 untuk bulan berikutnya.

Bagian “Pengkhianatan” selesai… Berlanjut yah! Bagian seremnya belum selesai. Klik disini.

About #Jemparing Gilig!

Pernah menjadi guru di Al-Furqan Jember, di tingkat SD, SMP, dan SMK. Pernah menempuh pelatihan Manajemen Sekolah di Hyogo University of Teachers Education di Jepang pada tahun 2008-2010. Menjabat kepala SMK Al-Furqan Jember pada tahun 2011-2013. Menempuh pelatihan TEFL di Hiroshima University. Kini menekuni olahraga sunnah panahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 16, 2014 by in 1st week in Japan, Gilig Pradhana, trips and tagged , , , , , , , , .
TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: