Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Ojigi (おじぎ/お辞儀)

Artikel oleh Kurnia Atiullah, TT 2012

Ojigi (おじぎ/お辞儀) atau ‘bowing’ di dalam budaya Jepang memang hampir seluruh dunia sudah mengetahuinya.Dari tayangan berita, drama maupun film, kita bisa melihat bahwa orang Jepang akan menundukkan badan untuk tujuan tertentu, misalkan untuk menyapa, berterima kasih, memohon maaf, memperkenalkan diri, dan lain sebagainya.

Sikap tubuh ketika merunduk inipun berbeda2 dalam tingkat kecondongan tubuh ke depan, posisi tangan, posisi duduk dan berdiri, kepala dan mata. Semua disesuaikan dengan tujuannya. Untuk mengetahui lebih lanjut, bisa kita baca di wikipedia 

Yang ingin saya ceritakan disini adalah peristiwa-peristiwa Ojigi/bowing yang saya saksikan langsung dan menarik bagi saya.

Pertama, tentu saja, Ojigi yang dilakukan para siswa sebelum dan sesudah pelajaran. Jadi, setelah guru masuk dan pelajaran hendak di mulai, guru dan murid akan serempak berdiri berhadap2an dan saling membungkuk disertai koor siswa yang mengucapkan “Onegaishimasu”, kurang lebih artinya menurut saya, ” Mohon bimbingan dan ilmu nya, wahai guruku yang tercinta” . Begitu juga seusai pelajaran berlangsung. Sebelum guru meninggalkan ruangan, kembali mereka membungkuk berhadapan sambil para siswa menyampaikan “Arigatougozaimasu” yang artinya, menurut saya, “Terimakasih atas bimbingan dan ilmunya, wahai guru ku tersayang” 

Yang kedua adalah Ojigi paling menggelikan yang pernah saya saksikan. Alkisah dua orang siswa SMA mengendarai sepeda memasuki gerbang sekolah di pagi hari. Entah bagaimana, karena jalan juga lebar, siswa juga tidak berjejalan, mereka bersinggungan dan jatuh bergelempangan. Alih-alih memperhatikan bagian tubuh mana yang luka, atau memberesi tas dan benda lain yang berserakan, masing2 dari mereka buru2 berdiri dan saling mendekat. Untuk apa? Ya itu tadi, untuk saling meminta maaf, membungkuk sambil tertawa!!  Spontan, teman di sebelah saya yang melihat pun langsung komentar “They are bowing and laughing after falling.”

Yang ketiga, yang saya saksikan hari ini. Ternyata, di acara resmi setingkat upacara wisuda lulusan universitas, pejabat yang akan maju ke podium untuk memberi sambutan, baik rektor maupun pejabat lain, selain membungkukkan badan kepada semua tamu undangan dan hadirin, terlebih dahulu beliau akan membungkuk/ bowing kepada bendera Jepang/ Hinomaru yang terpasang di dinding panggung sebelah atas. Begitupun seusai sambutan sebelum kembali ke tempat duduk. Benar – benar baru kali ini saya melihatnya…hmmm. Teman saya yang tidak usah saya sebutkan namanya malah mengira bahwa beliau ini membungkuk kepada dinding, wkwkwkwk.  Memang sih, sepintas terlihat seperti itu. Tapi, masak iya sih ke dinding….lahhhh!

Catatan:

  1. Di acara2 resmi, orang yang tampil ke podium akan membungkuk sebanyak jumlah sisi kelompok yang hadir. Bisa depan, kanan, serong kanan, kiri, serong kiri, dan belakang nya… Mereka melakukannya dengan tenang dan penuh penghayatan, dan gak ada yang bilang ” cape deeh…”
  2. Ketika berbicara di telpon pun seringkali mereka sambil membungkuk bungkuk kan badan berulang2..seolah sang lawan bicara nyata di depan adanya. Fyuh! Bukan hanya keren di animasi, ternyata mereka juga dahsyat visualisasi nya ya.

avatar kurnia atiullah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: