Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Struktur Sekolah Jepang

Artikel oleh Kurniati Atiullah, TT 2012, Naruto University

Bagi yang bertanya tentang perbedaan struktur bangunan sekolah di Jepang dan Indonesia, berikut ini sedikit yang bisa saya bagikan:

Pada dasarnya, sistem pendidikan di Jepang berprinsip memberikan standar kualitas struktur bangunan dan fasilitas yang sama untuk sekolah publik ( negeri) baik yang di kota besar maupun daerah. Maka dari itu, tidak terlalu banyak perbedaan dari masing-masing sekolah.

Misal, untuk bangunan, semua sekolahan bertipe susun dalam satu atau dua kompon bangunan saja. Gedung tersebut bersifat tertutup dengan koridor antar ruang yang membelah di tengah, tidak berupa rentetan ruang yang berbalkoni untuk siswa melihat pemandangan luar. Berbeda dengan di Indonesia yang umumnya berjajar, menjalar menjadi beberapa gedung bertipe L atau U.
Struktur gedung bertingkat ala Jepang, menurut saya mempunyai beberapa keuntungan.

Satu, gedung tersebut memungkinkan hanya mempunyai satu entrance gate yang memudahkan mengontrol keluar masuk siswa. Dua, memudahkan me mantain kebersihan karena sedikitnya debu atau kotoran lain dari luar yang masuk. Tiga, atmosfir belajar yang kondusif. Khususnya ketika jam pelajaran berlangsung, karena ruang2 yang berdekatan menstimulan pembauran rasa belajar dan sungkan untuk berisik karena otomatis akan menggema dan merusak konsentrasi belajar kelas lainnya. Empat, berada di bawah satu atap gedung, siswa maupun guru tidak perlu bersusah payah membawa payung ketika harus mobile antar kelas di bawah guyuran hujan. Lima, karena cuaca yang ekstrim di musim dingin dan musim panas, memudahkan untuk mengatur sistem pendingin atau pemanas terpusat. Enam, ketika ada kegiatan semacam English Summer Camp dan lain sebagainya yang di setting over night, sangat memudahkan untuk mengontrol keamanan dan kenyamanan peserta.

Keuntungan yang terakhir, yang rasanya paling penting adalah, gedung sangat space-saving, yg akibatnya bisa menyisakan area yang sangat memadahi untuk lapangan berbagai macam olah raga outdoor.
Seperti lapangan baseball yang bisa di pakai untuk sepak bola ( atau sebaliknya), tennis lapangan, trek lari, basket, volley, dsb.

Struktur bangunan menjulang ini pastinya tidak dengan kebetulan ditetapkan sebagai model seragam semua sekolahan. Saya tidak tau persis alasan yang mendasarinya, tapi bisa saja itu karena bangunan sekolah dilihat memegang peran penting dalam mewujudkan filosofi pendidikan di Jepang “Chi Toku Tai ( Intelligent, Moral and Health)”.

Perbedaan lain yang bisa saya ceritakan disini ( tidak untuk menyebut fasilitas2 yang hanya membuat kita iri semisal ruang musik dan perangkatnya, ruang olah raga indoor dg alat2 nya yg lengkap, dapur yang bersih untuk menyiapkan makan siang siswa, dsb), adalah terdapatnya tempat membasuh tangan di setiap pojok bangunan. Katakan satu tempat basuh tangan di satu lantai gedung sayap kanan dan satu lagi di sayap kiri. Alasannya?? Pasti kita sudah tau! Hanya heran, mengapa kita tidak punya itu, padahal kan tidak membutuhkan banyak dana

Terakhir yang membikin saya terus berdoa dalam hati untuk kesejahteraan sekolah negeri adalah, wajibnya sekolah di Jepang untuk memiliki main hall yang bukan hanya luas, tapi jg multi fungsi ( bukan hanya untuk rapat wali murid dan pihak sekolah dalam rangka menyepakati kenaikan iuran sumbangan sarana prasarana lho ya…:)).
Dan, main hall inilah kuncinya. Karena main hall inilah siswa dan guru termotivasi untuk menampilkan keterampilan mereka, bernyanyi, bermusik, bermain drama, olah raga, games, culture exchanges, dan atraksi lainnya. Disinilah ide-ide kreatif guru dan siswa mempunyai tempatnya…dan main hall inilah yang mulai ada di daftar doaku sejak pertama melihatnya!

avatar kurnia atiullah

2 comments on “Struktur Sekolah Jepang

  1. fitri
    May 3, 2014

    bagaimana sarana ibadah di sana? apa tersedia tempat untuk solat?

    • Kang Ash
      May 3, 2014

      Kalau di sekolah tidak ada sarana ibadah karena memang policynya seperti itu. Tapi kalau diluar biasanya kita bisa menemukan komunitas muslim, di kota besar juga terdapat mesjid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: