Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Saya Muslim, Apa yang Bisa Saya Lakukan?

Artikel Oleh Wahyu Farrah Dina, TT 2012

Sebagai seorang mahasiswa, guru, ayah, ibu, suami, istri, teman, apapun peran yang dilakukan saat ini, bagi seorang muslim, peran yang paling utama ya sebagai muslim….(soalnya jabatan ini nempel terus…) Saat musim panas di Tokyo, seorang Imam sebuah masjid di Amerika datang berkunjung. Dari semua nasihatnya yang begitu berharga, ada satu hal yang paling saya ingat “Apapun yang terjadi pada kita, pasti Allah punya maksud dan tidak lepas dari peran kita sebagai muslim. Kebetulan saja kita ada di Jepang untuk menuntut ilmu, tapi pasti juga tidak lepas dari peran kita sebagai muslim.”

Waduh, bener banget yah…. Jadi harusnya persiapan sebelum berangkat bukan cuma apa yang harus dilakukan untuk sukses studinya, tapi juga apa yang harus dilakukan supaya sukses juga jadi muslimnya… Pastinya harus jadi muslim yang lebih baik dan sedikit2 mengenalkan nilai-nilai Islam yang sempurna, tapi tidak semua orang bisa liat kesempurnaannya

Yah, walaupun terlambat gak terlalu persiapan sebelum berangkat, tapi saat itu mulai benar-benar berpikir “Saya muslim, apa yang bisa saya lakukan?” Ternyata, jawabannya BANYAK… Alhamdulillah, masih berkesempatan berbuat kebaikan niy…

Jumlah muslim di Jepang terus bertambah, baik yang diawali dengan perkawinan campur ataupun yang mengenal Islam dengan sendirinya. Nah untuk para muallaf ini, banyak hal yang bisa kita bantu.Suatu malam di bulan Ramadan, saya perhatikan seorang muslimah Jepang yang sepanjang malam serius mendengar rekaman sambil memegang secarik kertas. Hmmm sepertinya sedang menghapal salah satu surat pendek. Saat terlihat agak santai, baru saya berani ajak ngobrol…”Wah..lagi hapalan yah? Hebat yah… fokus sekali”

Ternyata komentar saya salah, malah bikin dia malu.Sambil tersipu dia bilang “ngikutin aja sulit, apalagi mau ngapalin?” Ternyata, dia sedang buat catatan bunyi surat pendek itu dengan huruf katakana (huruf Jepang yang biasa digunakan untuk kata serapan atau asing) karena dia belum bisa baca Al Qur’an! Jadi sambil mendengar dia tuliskan bunyi surat itu, tapi karena belum terbiasa jadi untuk menulis satu kata saja harus bolak-balik mendengar. Seperti kita menulis lirik lagu berbahasa asing. Subhanallah, untuk satu surat itu saja butuh waktu semalaman… Nah, kalau kita sudah bisa katakana, tentu akan lebih mudah untuk kita yang sudah bisa baca Al Qur’an untuk menuliskan bunyi surat itu ke dalam huruf katakana.

So, apapun bisa kita lakukan… Mulai dari ngajarin baca Qur’an dengan Iqro (bersyukur juga bawa buku Iqro untuk anak saya), mengenalkan bacaan shalat, bantu membiasakan lafal-lafal dalam Islam (lidah orang Jepang tidak terbiasa melafalkan Qur’an), sampai mengenalkan konsep-konsep indah dalam Islam tapi terasa asing. Seperti konsep ukhuwah Islamiyah, ikhtiar & tawakal, dll. Sudah biasa bagi orang Jepang bahkan anak pun tidak terlalu peduli dengan orangtuanya, jadi “aneh” kalau kita harus saling peduli dan bersaudara “hanya” karena sesama muslim. Sulit juga menerima konsep bertawakal, berusaha dan menyerahkan semuanya pada Allah karena bagi mereka ya hanya usaha kita yang menentukan hasil, bukan yang lain…

Dan, bukan hanya muslim Jepang saja yang bisa kita bantu tapi juga sesama muslim Indonesia. Banyak yang bisa dilakukan, mulai dari menemani anak-anak di kids corner saat ada kegiatan untuk orang tuanya, membuat makanan kecil, atau hal lainnya yang pasti kita semua bisa lakukan.

Nah, dengan begitu apakah kita membantu orang lain? Ternyata yang paling banyak kita bantu adalah diri sendiri… Dengan melakukan ini semua justru kita yang banyak belajar. Kita akan lebih bersyukur betapa indahnya orangtua kita dulu sudah mengajarkan shalat dan Al Qur’an sejak kecil sehingga di saat ini sekarang kita gak lagi repot-repot belajar Iqro. Kita akan belajar ketekunan dan kerja keras serta keikhlasan para muslim di Jepang untuk belajar mengenal Islam dari awal…. Hmmm insya Allah kita akan lebih bersyukur dan banyak belajar.

Nah, so untuk yang akan berangkat ke Jepang mulai persiapan dari sekarang. Bisa lihat beberapa organisasi Islam di Jepang, seperti FAHIMA (Forum Silaturahmi Muslimah Jepang Fahima.org), KMII (www.kmii-jepang.org) or banyak lainnya.Mulai menyapa dari sekarang dan katakan “Saya muslim, apa yang bisa saya lakukan?”

fahima

 avatar wahyu

One comment on “Saya Muslim, Apa yang Bisa Saya Lakukan?

  1. fitri
    April 24, 2014

    salam kenal, saya mau nanya mengapa mba wahyu memilih Tokyo Gakugei University untuk program teacher training ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: