Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Contoh Pidato Penutupan Kursus Bahasa Jepang

Persiapan menulis naskah - beberapa direvisi lebih dari 3 kali.

Persiapan menulis naskah – beberapa direvisi lebih dari 3 kali.

Setiap akhir dari 6 bulan pertama kursus bahasa Jepang bagi Teacher’s Training Program (MEXT) biasanya kita diminta untuk berpidato dalam bahasa Jepang. Eh… bukan biasanya, ding, tapi pasti! Itu menurut pengalaman saya di Kobe University dan di Hiroshima University. Setiap peserta akan diminta mengarang beberapa ratus karakter (di Hirodai 1200~ moji) dan setiap dari mereka akan membacakannya di hadapan… teman-teman, sensei, dan host family.

Pada kesempatan itu biasanya kita diminta berbusana resmi, yang berarti jas + dasi – jeans = resmi, yah, kurang lebih begitulah rumusnya! Tapi justru inilah kesempatan mengenakan busana tradisional Indonepunsia, yakni daripada yang namanya batik.

Alhamdulillah sejauh pengamatan saya, teman-teman setanah air pencapaian nihon-go nya lumayan baik, kelas menengah ke atas lah. Mungkin bagi saya pribadi karena Japanese mirip banget dengan Javanese, dalam aspek sonkeigo dengan kenjougo (basa krama) nya.

Sayangnya saya mempersiapkan pidato ini dari bahasa Inggris – baru menerjemahkannya ke bahasa Jepang. Yah… kecurigaan anda benar, dibantu mbah Google *jadi merasa bersalah nih*. Jadi hasilnya lumayan kacau, kalau tidak ditata ulang lagi. Ada satu tips saat menggunakan Google Translate, yakni memparafrase menjadi kalimat sederhana. Jadi selalu diawali dengan subyek dilanjutkan predikat, meski nanti hasilnya terdengar kodomo poi, seperti anak-anak.

Berikut contoh teks pidatonya:

Being Poor but Happy.

Alhamdulillahirobbil alaamin. First of All I would like to thank my Host Parents, also my teachers, supervisors, tutors, and friends who helped me with my new life in Hiroshima.

I am a principal of a private senior high vocational school of around 50 students. Most of my students are from poor family. Their parents are both normally workers. Their fathers are typically a very small retailers or lucky enough to work as a marketing who is going door to door offering their goods. Their mothers are commonly a housemaid.

Some do not live with their parents. Their parents are either passed away, divorced, or abandoned them. When I visited their homes, they share a small bamboo house with their uncles or aunts and sometimes grandparents, too. Some houses do not have flooring, which means their floor are just soil.

So normally some students do not want to go to school. The dropout rate is high. Out of 50 students 2 leave the school every year. They want to get a job. But with the lack of skill, and their young temper, the chance of being unemployed punk is more likely.

We want them to be strong and self-sufficient. Despite my teaching subject as an English teacher, I also have to teach them morals. I always tell my students, “You may not have good proficiency in some subjects, you may not have sufficient ammount of wealth. But always be honest, because you are good men.” My Prophet (ﷺ) said,

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Riches does not mean having a great amount of property, but riches is selfcontentment.”

Understanding that, my students now stop cheating during examinations, and consequently their scores drop drastically. However they can go home and smile, “at least I am honest.”

Now I am here in Japan, to learn how to integrate moral teaching in English subject. Some people suggested I chose the wrong country but I want to see that by myself.

Istirahat makan siang dengan menu internasional - bersama sensei pula!

Istirahat makan siang dengan menu internasional – bersama sensei pula!

Catatan:

Teks bahasa Inggris di atas adalah sebagai draft. Ketika saya terjemahkan ke nihon go saya membuat improvisasi – dibantu sensei Matsumura Kazunori dan teman Japanese Studies +Djayeng Channisa (minna-san doumo!).

Berikut terjemahannya:

みなさんこんにちは。インドネシアのギリグプラダナともうします。

まず、日本来る前に広島は神戸より暖かい町じゃないかと思います。それが広島大学を選んだ理由です。今年の冬が大変寒かったですが雪も多くふったのでよかったですね。西条は今年大変寒いですが皆さん居るから暖かくなります。

先生がた、それとも一緒に日本語を勉強しているみんなさん、この6月は短いですがとても楽しかったです。ホストファミリーみんなさん梅谷忠徳さんと梅谷美恵子さんからも服や靴をくれて、いろいろお世話になりまして、本当にありがとうございました。何回もホストファミリーにお邪魔しまして、インドネシアの料理「クルプく」を作ってくれてびっくりしましてなつかしいかったです。

今日は学校について話したいと思います。

私は高校の校長です。高校は私立高等専門学校です。生徒たち人数は50人ぐらいで、ほとんど貧しい家庭から育てられている子供たちです。彼らの父親はだいたい小売店や外交員として働きます。母親はほとんどお手伝いさんです。

何人かの生徒たちは両親と一緒に住んでいません。彼らの両親は離婚したか、またはそれを放棄したかのどちらかです。私は彼らの家を訪問する時に叔父や叔母や祖父母と小さな竹の家を共有しています。床材のない家もあります。

そのせいか普通の生徒たちは学校に行きたくないようです。退学率が高い。50人の中に、2人ぐらい毎年学校を引退します。仕事を探したいからです。しかし、スキルが低いし、いい仕事がなかなか見つけません。

生徒たちに強くなってほしいですから、英語の教師ですが授業の中でなんかいも道徳も教えます。いつも子供たちに「英国ではない人は英語の科目にいい点数をとれなくてもいい、けどいい人は悪いことが絶対しません。」と言いました。または

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

「富は財産の量を持つわけではありませんが、富は自己満足です」とムハマド預言者の言葉を引用しています。

その後は生徒たちが試験の時にカニングを辞めます。成績は悪くなった時「悪くても私は正直だ」と言いて微笑んだ。今日本にいる私の大切な目的は英語と道徳をインテグレートするためです。違う国に行ったじゃないかと誰かを言いましたが自分で反証するつもりです。

ありがとうございます。

* Eh, ini belum bentuk finalnya ya… ternyata Sensei masih mencorat-coret naskah pidato saya. Nanti kalau sudah final, saya uploadkan dalam bentuk link siap download – insyaallah

UPDATE!

Dapatkan naskahnya disini.

About #Jemparing Gilig!

Pernah menjadi guru di Al-Furqan Jember, di tingkat SD, SMP, dan SMK. Pernah menempuh pelatihan Manajemen Sekolah di Hyogo University of Teachers Education di Jepang pada tahun 2008-2010. Menjabat kepala SMK Al-Furqan Jember pada tahun 2011-2013. Menempuh pelatihan TEFL di Hiroshima University. Kini menekuni olahraga sunnah panahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 27, 2014 by in Gilig Pradhana, kuliner, sekolah, Tentang Kampus and tagged , , , , , .
TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: