Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

りっしょ日/りっしょ当番( Rissho Bi/ Rissho Touban)

Artikel oleh : Kurnia Atiullah, TT2012

Peran orang tua dalam pendidikan anak. Pasti bukan hal baru lagi bagi kita semua. Keniscayaan yang indah terdengar. Yakin, pasti tidak akan ada yang menyangkal pentingnya peran dan dukungan orang tua untuk pendidikan anak. Dukungan dan peran orangtua untuk putra putri bisa dilihat dengan, misalnya, rutinnya mereka membayar uang sekolah, memenuhi kebutuhan seragam dan peralatan sekolah, menyediakan uang saku dan transport setiap hari, dan tentu saja, mendampingi belajar di rumah.

Namun, tak jarang pula orang tua berperan ‘terlalu banyak’. Misalnya, memberikan tanda tangan surat pernyataan tidak mampu (padahal mampu) untuk permohonan beasiswa, memberikan keleluasaan waktu pulang dari sekolah meski gk jelas alasannya, membolehkan perpanjangan waktu berangkat tanpa kepikiran telat, membebaskan tontonan apapun yang anak suka, juga…mengiyakan apapun permintaan anak tak pedulikan manfaat tidaknya, termasuk membelikan jajanan dn minuman yang anak pilih tak peduli racun di dalam nya.

Ah sudahlah !
Tentang itu, kita tinggalkan dulu. Sekarang kita tengok yang satu ini.

Adalah りっしょ日/りっしょ当番( Rissho Bi/ Rissho Touban), sebuah kepedulian para orang tua atas keselamatan putra putrinya menuju perjalanan sekolah. Seperti apakah itu? Jadi ceritanya, para orang tua siswa mempunyai perkumpulan menurut wilayah tempat tinggal. Perkumpulan tersebut salah satu fungsinya adalah untuk membagi orang tua dalam tugas MENJAGA LALU LINTAS ketika buah hati berangkat sekolah. Ketua perkumpulan akan menentukan giliran, jumlah orang tua yang harus berjaga, dan di titik mana saja. Sebagaimana arti Rissyo touban yg mana adalah ( wadew, bhs apa pula ini :D) tugas berdiri untuk mengatur lalu lintas di jalan, para orang tua akan berdiri di titik perempatan tertentu untuk membantu siswa siswi menyeberang jalan. Dilengkapi dengan pita yang diikatkan di lengan ( kadang, ada jg yg tidak) plus bendera kuning di tangan yang bertuliskan 横断中/おうだんちゅう/is crossing), para orang tua itu mempunyai hak legal layaknya polisi untuk menghentikan kendaraan yang melaju demi keselamatan anak yg sedang menyeberang. Keren kaan !!?

Para orang tua ini akan bergiliran jaga di hari aktif sekolah, sehingga rata-rata, satu orang tua ( bapak/ibu) akan mendapatkan giliran satu kali dalam satu bulan. Mereka mulai berdiri di titik-titik rawan penyeberangan dari sekitar jam 7.20-7.50 (beda2 tergantung kesepakatan). Gak lama ya? Ringan kan?
Waaah, jangan ditanya kalau pas musim dingin dan harus keluar, berdiri di udara terbuka yang dingin menusuk…

Tapi, bukan berat ringan tugas itu yang menjadi poin pentingnya. Komitmen para orang tua tersebutlah yang patut di apresiasi. Bagaimana mereka “mau” melibatkan diri secara langsung untuk keselamatan dan dukungan pendidikan putera puteri.

Jika tugas ini diterapkan di Indonesia, mungkinkah bukan para orang tua yang akan menjalankan tugas, melainkan mbak mbak pengasuh atau para asisten rumah tangga yang “diakali” tuan-tuanya?  #hanya bertanya

Catatan:

  • Tugas jaga lalu lintas ini juga dilaksanakan oleh para guru, khususnya di hari traffic safety days. Jadi, masing2 guru paling tidak akan mendapat giliran empat kali dalam satu tahun.
  • Tugas ini juga bertujuan untuk mengawasi anak dan mencegah mereka dari incaran para penculik ataupun orang yang berniat jahat dengan beragam motif.

Kredit foto untuk mbak Marina Takahashi, terimakasih

avatar kurnia atiullah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: