Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Sekolah Lagi Sambil Membawa Anak

Artikel oleh : Sekar W Prasetya, TT 2013, Chiba University

Okeh postingan ini sekaligus menjawab beberapa pertanyaan dari ibu2 yang kayaknya banyak yang ingin sekolah lagi ya :) kita skip dulu bagian berburu beasiswa nya *nanti saya bikin postingannya sendiri*, sekarang saya mau share gimana-gimananya ketika beasiswa sudah di tangan dan ingin membawa anak ke negara tujuan.

 1. pastikan mendapat persetujuan dari profesor pembimbing (dan juga universitas)

Di jepang sini ternyata tidak semua pembimbing memberikan ijin untuk membawa anak, ada beberapa teman seperjuangan yang terpaksa berpisah sementara dengan anaknya karena alasan ini. Ga usah sentimentil dengan mengatakan profesor nya jahat :) kondisi di sini memang taihen *berat.red* mungkin profesornya ga mau kita setengah2 dan ga fokus dengan study kita karena ada anak.

Jadi ada baiknya kondisi kita yang ingin sekolah sambil membawa anak, diberitahukan kepada profesor pembimbing ketika kita masih di indonesia, jadi apapun jawabannya, kita bisa mempersiapkan segala sesuatunya. Kebetulan saya lumayan beruntung mendapatkan profesor yang memberikan ijin penuh untuk membawa anak, bahkan beliau tahu jadwal saya menjemput Rapha di daycarenya, jadi kalau jam setengah 5 lewat saya masih di lab, pasti beliau bertanya siapa yang jemput anak saya🙂

Nah tapi to be fair, begitu kita sudah dapat ijin, kita juga harus buktikan ke pembimbing bahwa kita konsekuen dengan pilihan kita ini. Maksudnya hasil pekerjaan kita harus outstanding dan sebisa mungkin penuhi jadwal dan deadline yang sudah ditetapkan.

Ketika ijin profesor sudah di tangan, pastikan juga kita mengurus akomodasi dengan pihak kampus. Di jepang ini, setiap mahasiswa asing dapat jatah untuk tinggal di asrama selama 1 tahun, kalo untuk kasus saya yang mana programnya adalah 1,5 tahun, maka saya diperbolehkan untuk tinggal di asrama selama 1,5 tahun :)))

Tapi ternyata ga semua universitas memiliki asrama dengan fasilitas family room. Teman saya di tokyo terpaksa harus cari apato karena asrama kampusnya terdiri dari single room sahaja.

Kenapa saya bilang ini penting?
Karena ini berkaitan dengan poin nomor 2 di bawah ini…

 2. Berhitung

okeh beasiswa sudah di tangan, tapi kita harus realistis, cukup ga uang segitu untuk menghidupi diri sendiri dan anak2 ?
Kita ambil contoh teman saya tadi ya..

Karena ga dapat jatah asrama, beliau terpaksa mencari apato, yang mana harga apato bisa 2x lipat dari harga family room di asrama. Belum lagi karena beliau tinggal di tokyo, harga apatonya bisa 2x lipat harga apato di tokyo coret alias chiba…. hihi…
Nah hal-hal kayak bgini wajib kita ketahui ketika kita masih di indonesia.

Again, saya juga cukup beruntung dalam hal ini. Dunia maya mempertemukan saya dengan mbak fety yang sudah 5 tahun tinggal di chiba…. Nah dari situ mulai deh saya memborbardir inbox beliau dengan pertanyaan2 saya *hihi suwun ya mbak…* Dari mulai harga apato sampai harga popok anak saya tanya! ;)))

Penting bener ini untuk kalkulasi biaya, secara anaknya 2 ekor ya bok, yang satu doyan banget makan, yang satu lagi monster susu.. jangan sampe susah lah pokoknya :)))  Nah dari informasi beliau ini lah saya optimis untuk bisa hidup dengan 2 anak di chiba…

Beruntungnya juga adalah karena saya tinggal di chiba, meskipun deket banget dengan tokyo, tapi harga2 apapun di chiba jauh lebih murah dibandingkan tokyo. Untuk gambaran, setiap bulan saya dapat ¥145rb yen dari monbusho, ini full utk biaya hidup karena saya tidak perlu membayar tuition fee. Nah uang segitu alokasinya adalah sbb:

a. uang sewa family room di asrama, termasuk biaya internet dan sampah: ¥29rb. oia family room ini udah enak banget, karena luasnya adalah 55 m persegi, dan terdiri dari 2 kamar tidur, ada ruang tamu, ruang makan dan dapur yang cukup lega jadi anak2 masih bisa main2 di rumah kalo pas cuacanya lagi ga oke…

asrama

b. tagihan air, listrik, gas: ¥20rb, sebulan pertama ketika anak2 di sini, tagihannya cuma separuhnya karena dulu belum perlu menyalakan heater, tapi berhubung winter semakin kejam, jadi bulan ini saya harus menyalakan heater kamar sepanjang malam, dan AC disetel suhu 32 derajat celcius sepanjang siang, demi kenyamanan anak-anak🙂

 c. asuransi untuk 4 orang: ¥4rb, dengan premi segini, anak2 tidak perlu membayar apa2 lagi ketika ke dokter. sayapun ketika harus terpaksa ke dokter, cukup membayar ¥2310 dari total tagihan ¥22190 :) lumayan banget sistemnya ya…

asuransi

d. biaya makan: ¥40rb, dengan uang segini, udah cukup banget untuk belanjaan sebulan dengan kondisi makan sehat bergizi dan bisa sesekali jajan di luar. ga usah saya detailkan belanjaannya ya, nanti dikiran bon lagi, bukan blog :))) pada intinya sih selama kita masak setiap hari, biaya segini sudah cukup.

e. biaya hp: ¥6500,

f. uang sekolah rapha: ¥26rb, uang sekolah adek: ¥18rb. Nah kan udah cerita kan ya rapha ga dapet sekolah negeri? jadi sementara ini saya masukkan ke swasta dulu yang hrus bayar, mudah2an april nanti bisa masuk negeri dan karena penghasilan sebagai pelajar penerima beasiswa masuk ke dalam golongan warga miskin jepang, jadi kalu di sekolah negeri ini kami tidak perlu membayar uang sekolahnya :)))

Pas banget ya ¥145rb *lap keringet..*

trus kalo mau jalan2 gimana ? hihi kan udah sering saya bilang ya kalo Tuhan itu pasti memberi jalan kan ya🙂

4 bulan di sini ada ajaaaa kerjaan sampingan yang bisa saya jalanin jadi bisa ada lebihan sedikit untuk ngajak anak2 liat panda dan naik2 kereta ke sana ke mari🙂  *ini soal part time job akan saya bikin postingan sendiri juga*

Lalu karena rapha dan mikha terdaftar sebagai penduduk chiba, maka anak2 ini berhak mendapatkan tunjangan dari chiba prefecture sebesar ¥15rb/anak/bulan.  cumaaaann tunjangan ini akan ditransfer ke rekening kita setiap 3 bulan sekali, jadi anggap aja uang ini untuk uang tabungannya anak2 :)))

 3. berhitung lagi

Hihi sampe dua poin ya bok soal duit ini…

Kalo yang di atas saya ngomongin soal biaya selama di negara tujuan, jangan lupa kita juga harus berhitung tentang kondisi hutang di negara asal :) kayak saya inih, masih punya hutang kpr sampai 5 tahun ke depan, jadi harus bisa mikir gimana caranya supaya jangan sampe kuliah ke sini tapi kpr ga kebayar :)))

Nah kalo udah urusan beginian, tinggal di BSD udah paling bener deh🙂 Tagihan kpr saya tiap bulannya bisa ketutup dengan biaya menyewakan rumah, jadi saya ga harus pusing lagi.

 4. pikirkan tentang pasangan

Berhubung akan menemani istri sekolah, mau ga mau suami harus kehilangan pekerjaan. Nah di sini kita harus bener2 mikirin banget, bukan hanya konsekuensi finansial karena hilangnya 1 mata pencaharian, tapi juga konsekuensi psikis karena kehilangan kesibukan..

Karena itu dari awal saya tidak pernah memaksakan suami untuk harus langsung ikut ke sini, dari awal juga saya memang bilang ke suami kalau anak2 akan saya bawa setelah 2 bulan saya mempersiapkan kondisi di sini,  tapi untuk si ayah, saya minta selesaikan dulu semua urusan di jakarta. ya urusan kuliah, ya urusan kerjaan. Jadi ketika si ayah bilang baru bisa menyusul ke sini sekitar bulan mei, ya saya harus siap..

Untuk mengisi waktu selama di sini, si ayah rencananya akan ambil sekolah bahasa, buat modal cari kerja ya bok di sini, siapa tahu nanti begitu beasiswa saya abis, si ayah udah dapet kerjaan yang enak jadi kita ga perlu balik… hihi..  Kalaupun disuruh balik sama eyang2nya, kayaknya kita udah punya skill lebih lah ya untuk cari kerjaan di jakarta… *aminnnnn….*

Lalu biaya sekolah si ayah dari mana?
ya adalah tabungan sedikit2 jadi ga perlu ngrepotin sana sini🙂

Nah kalo udah memperhitungkan 3 hal di atas dan dirasa memungkinkan, saya sarankan memang baiknya anak2 kita dibawa berasa banget loh setelah ada anak2, hatiku jadi hangat di tengah winter ya ng kejam ini

Capek iyalah pasti, tapi kalo dibandingin masa2 kesepian 2 bulan di sini, saya lebih pilih capek tapi yang penting ada anak2

Nah segitu dulu ceritanya, kalo ada yang mau nanya2, silakan tinggalkan komen di bawah dan sebisa mungkin saya jawab pas anak2 udah tidur.

sekian dan selamat berpikir ya….

sekar wulan avatar

One comment on “Sekolah Lagi Sambil Membawa Anak

  1. aprilia
    January 2, 2016

    Hai kak,
    kalo mau bawa anak dan anggota keluarga yg lain (saya mau bawa adek, soalnya suami saya tdk bisa meninggalkn kerjaannya) apakah harus kita tulis di application form nya? ato cukup nnti saja lgsg konsul sama sang professor setelah kita dinyatakan lolos?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: