Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Menguping

Dalam kamus bahasa indonesia, menguping adalah kata kerja. Artinya mendengarkan diam-diam. Sifatnya bisa positif, bisa negatif. Kebanyakan orang akan menilai kebiasaan menguping adalah kebiasaan yang kurang bagus. Padahal mungkin yang punya kebiasaan seperti itu juga tidak bisa disalahkan.

Kalau sedang duduk di angkot (angkutan umum perkotaan), Saya akui, kebiasaan seperti ini tidak bisa dihindari. Siapa suruh saling berbicara urusan rumah tangga, semisal, dengan suara besar?. Padahal sudah jelas, angkutan berkapasitas 6-4 penumpang itu punya area sempit, sesak dan rawan untuk show off.

Kebiasaan menguping akhirnya Saya lanjutkan di negeri ini. Buat Saya, mendengar nihonjin bercakap-cakap, terutama mahasiswa/i di kampus ini justru menambah khazanah kosa kata bahasa Jepang di luar materi kursus. Ini mungkin tips paling sederhana yang terlontar dari Saya, Nisa Maulia, peserta kursus bahasa jepang dengan nilai ujian paling rendah, catet yaah, paling rendah. wkwkwk.

Kasus satu, Saya hendak memarkir sepeda di halaman kampus pendidikan. Terlihat satu mahasiswa sedang mencari-cari sesuatu,menurut Saya siy, Ia sedang mencari sepeda yang dipinjamkan oleh temannya. Dengan perasaan tidak yakin, ia memastikan sepeda yang dimaksud dengan bertanya pada temannya yang lain, “これか?”、”kore ka?”.

Well, got it! Saya kumpulin kosa kata itu, nanti kalau Saya mau memastikan sesuatu, Saya akan gunakan kata tersebut.

Kasus dua, di depan toilet kampus. Sebelum masuk, terlihat dua mahasiswi berjalan melewati toilet sambil berbicara, “さむいな”、”samui na”.

Temannya yang berjalan di samping cukup menjawab, “さむいね”、”samui ne”. Dan mereka pun melangkah pergi meninggalkan Saya yang seolah-olah sedang memegang lampu ala thomas alfa edison.

Well, got it! Suatu saat di ada yang basa-basi dengan ujung “na..”, Saya bisa menjawab dengan ujung “ne…”.

Kasus tiga, Ini agak repot. Namun berhubung Saya sering kedapetan jadi anak perempuan manis yang duduk di antara supervisor dan tutor Saya. Mereka berdiskusi banyak hal, dan Saya mencermati ujung kalimat mereka, “….Jya Ro?”. “Sore Jyaa..”.

Well,got it!. Ini adalah tipikal hiroshima ben, silahkan ganti “desu” dengan “Jya ro” atau “Jyaa..” Hingga kemarin Saya mengikuti latihan menari Tango Argentina, dan Saya berpasangan dengan seorang ibu. Tidak sulit untuk kami mengatur langkah bersama meski dia berbahasa Jepang, dan yang jadi poin utama, adalah karena Ia menggunakan hiroshima ben. Yattaa…

Kasus empat, Supervisor Saya mencoba mengutak-atik laptopnya, entah sistemnya yang hang, atau ada prosedur yang kurang dalam program tersebut, dan dia selalu mengucapkan, “どうしょう”、”dousyou”, yang artinya “apa yang harus Saya lakukan?”.

Well, got it lagiii…mempersingkat “どうしょうかな”, “dousyou ka naa” dengan “dou syou..” pun bisa di tolerir.

Baiklah, kasus-kasus berikutnya akan Saya tunggu dari kalian, calon Teacher Training edisi 2014 dst.

Ini adalah tips sederhana, kalau mau yang susah, nanti akan Saya posting di edisi berikutnya. Yang artinya, kamu harus menunggu Saya mendapat sertifikat lolos uji N5. Hihihi.

So? Menguping kali ini? salah kah?

About ni_lasha

Hai,aku nilasha. Tukang nulis, terutama saat kerjaan numpuk. Pelariannya adalah menulis. Pas menengok kerjaan yang masih menumpuk, kembali melarikan diri untuk menulis. Aku terobsesi menjadi populer, untuk novel yang belum terbukukan, untuk buku yang masih di awang-awang dan untuk puisi galau yang bersinergis dengan nuansa alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 23, 2014 by in Ideas and Thoughts, Nissa Maulia, Pengalaman Sehari-hari, TT 2012 and tagged , , , , .
TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: