Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

OMOTENASHI (お・も・て・な・し)

Oleh: Istikumayati

「おもてなし」 (omotenashi) dalam bahasa Inggris berarti “hospitality” atau keramahan. Dalam dunia bisnis di Jepang, terutama di bidang pelayanan, omotenashi merupakan senjata utama, yang patut diperhitungkan.

Kata ini bermula dari kebiasaan orang Jepang pada upacara minum teh (chanoyu). Teh yang disajikan pada chanoyu adalah teh hijau. Tehnya biasa saja, malah rasanya pahit. Namun dengan serangkaian tata cara dan penyajiannya yang wah, penuh keramahan, upacara minum teh ini bernilai tinggi dan lux.

Saat ini, hampir semua toko, restoran, hotel dan bisnis pelayanan lainnya menerapkan omotenashi. Hari sabtu kemarin saya diajak oleh otousan, bapak homestay saya sejak 8 tahun yang lalu, ke dealer LEXUS. Beberapa waktu sebelumnya otosan membeli mobil baru di sini.

lexus--Pada tahun baru, dealer ini mengirimkan kartu pos tahun baru (nengajo) dan kartu ucapan selamat ulang tahun, tepat di hari kelahiran otousan. Kali ini otousan mendapat undangan minum kopi di cafe lounge dealer tersebut. Saya takjub dengan pelayanan sejak kami masuk, mereka bungkuk-bungkuk dengan hormatnya. Kami dipersilakan duduk di sofa lounge, mbak pelayan menawari menu dan menyajikan bukan dengan berdiri, tapi menunduk dengan lutut menempel ke lantai. Kami berasa seperti raja. Ketika saya mengeluarkan kamera, mbak pelayannya langsung menawarkan diri untuk memotret kami semua.

Tidak cukup sampai di situ, saat sang General Manager (GM) datang, mereka langsung menyambut kami dengan ramahnya berbincang dan bercanda dengan kami, begitu low profile. Setelah perbincangan selesai, sang GM bersama 1 orang mbak pelayan mengantarkan kami hingga ke parkiran. Mereka membungkukkan badan dan melambaikan tangan, seperti melepas kepergian sahabat dekatnya. Saat mobil berjalan, di setiap tikungan parkir hingga keluar jalan raya, ada 1 orang tukang parkir (mas pelayan?) yang membungkuk hormat.

Bagi orang Indonesia seperti saya, mungkin pelayanan semacam ini terlihat begitu berlebihan. Namun inilah omotenashi. Customer diperlakukan seperti raja, dipermudah dan dibuat nyaman.

Demikian halnya dengan dunia presentasi. Saya masih terlalu sering menemui presenter/pembicara yang mengabaikan-menganaktirikan slide-nya. Secara tidak sadar, mereka telah membuat customer (audiens) tidak nyaman, bosen dan capek. Pilihan warna yang membuat mata sakit, deretan tulisan yang begitu banyak sehingga susah menangkap isi pokoknya, dan itu dilakukan sepanjang presentasi selama berjam-jam, benar-benar menyiksa audience.

Tak ayal lagi, audience akan dibuat melihat arloji, jam dinding seraya berharap waktu cepat berlalu. Atau jangan-jangan audience dibuat “nyaman” dan lelap?

Omotenashi atau gampangnya servis plus-plus tidak hanya diperlukan di dunia bisnis, marketing, tapi juga saat kita membuat slide presentasi. Dengan omotenashi, ide yang kita tawarkan akan lebih mudah dipahami, dan presentasi bisa ditutup dengan closing yang baik.

Apa bentuk omotenashi dalam dunia slide presentasi? Ada banyak sekali bentuknya, antara lain mendesain slide, bukan asal tempel gambar dan teks, memadukan warna yang harmonis, memilih background/image yang besar dan sesuai, memilih backsound yang senada dan mengoptimalkan fitur-fitur program presentasi seperti Powerpoint, Keynote, Clouds, dan lain-lain.

Omotenashi juga diterapkan oleh suami saya dalam workshop Amazing Slide Presentation. Workshop yang sudah diadakan di puluhan perusahaan ini memberi banyak peluang untuk pesertanya. Selain harga pelatihan yang terjangkau, setelah workshop peserta akan mendapat pendampingan personal oleh suami saya. Bukan cuma itu, Kreasi Presentasi (perusahaan yang didirikan suami saya) memberi kesempatan bagi para alumnus workshop ASP untuk menginspirasi Indonesia dengan slide memukau, yaitu dengan menjadi associate trainer ASP tanpa dipungut biaya apapun.

Bahkan calon associate dipersilahkan menginap di kantor Kreasi Presentasi selama 2 hingga 3 hari untuk dilatih desain slide nya hingga level pro. Sehingga mereka siap untuk memberikan workshop dengan materi masing-masing. Itu semua free.

8 April 2014, suami saya akan berangkat ke Jepang. Bila Anda ingin menginspirasi Indonesia dengan slide memukau, kami memberi kesempatan. Amazing Slide Presentation batch-10 adalah pintu yang kami buka untuk bergabung bersama. Ini adalah rentetan workshop terakhir suami saya sekaligus kesempatan terakhir untuk jadi associate trainer Amazing Slide Presentation.

Mau? Silakan hubungi nomor di poster berikut.

Salam Amazing.

About Kuma

Mantan pegawai. EO sekaligus manager di CV. Kreasi Presentasi (www.KreasiPresentasi.com)

One comment on “OMOTENASHI (お・も・て・な・し)

  1. Gilig Guru
    November 10, 2014

    Ih terselip promosi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 9, 2014 by in Bahasa Jepang, Ideas and Thoughts, Istikumayati, Pengalaman Sehari-hari, Pokoknya Cerita! and tagged , , , .
TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: