Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Tahun Baru

Beberapa ritual Tahun Baru yg sempat kita ikuti:

1. Menulis “Kakizome”,  first calligraphy of the year. Semacam resolusi yg ditulis dg cantik. Untukku, aq tuliskan “Doutei”, yg berarti journey. Berharap semoga hidup ku menjadi journey yg indah hingga titik akhir, Susah lho nulisnya, sampai ngabisin berlembar2 “Hanshi”, japanese writing paper for calligraphy, dan berliter2″Sumi”,ink.

2. Nunggu countdown sambil menyiapkan berbagai masakan istimewa yg akan disantap di Sarapan pertama Tahun Baru. Bisa dilihat di foto, masakan yg sdh jadi, dn senangnya krn hampir semua cara mempersiapkan dan memasak, terlibat langsung,jd tmbh ngerti gimana bikinnya. Ada masakan dr teri sbg harapan panen melimpah, dari akar teratai yang lubangnya bagai alat teropong masa depan, ada jg telur ikan yg klo di mkn krius2 sbg doa beranak banyak dlm kluarga yg sakinah mawaddah warrohmah ,dsb.

3. Ttg nunggu countdown ini, keluarga di Jepang biasanya ngumpul sambil menonton pertunjukan musik di TV yang di kasih nama “Kouhaku”, dimana berbagai artis dan penyanyi terkenal juga legendaris Jepang menampilkan karya mereka. Acara istimewa karena hanya diadakan setahun sekali dengan sangat mewah di malam pergantian tahun. Tahun ini adalah tahun yang ke 64. Kouhaku bermakna bendera merah dan putih yang berkinar di angkasa, tak heran makanya penonton akan melambaikan uchiwa(kipas plastik bulat khas Jepang) yg diwarnai merah dan putih.

happy-new-year-japanese_1388064219Semalam, sepertinya mereka mengambil tema soundtrack Drama, jadi, berbagai lagu soundtrack drama ditampilkan. Yang paling haru ketika mereka menampilkan dan mengajak penonton ikut menyanyikan lagu “Hana wo Saku”, lagu syahdu yg tercipta setelah tragedi gempa dan mengakibatkan kebocoran nuklir di Fukushima. Lagu ini bermaksud memberi semangat masyarakat Jepang untuk bangkit kembali..benar2 menyentuh.. Naah, bedanya konser musik Tahun baru disini dg di negeriku sana adalah, kekhidmatan penonton dn semua yg terlibat. Terkesan, mereka samasekali tidak menyettingnya untuk atau demi hura-hura tanpa makna

4. Beberapa menit sebelum jam 12 Tiiiit, kita dan masyarakat Jepang menuju ke kuil ( Otera ni O mairi ni ikimasu). Ngapain??? Untuk berdoa. Mereka memohonkan harapan yang baik agar terkabul. Selain itu, biksu akan mempersilahkan yg datang utk memukul genta bergantian hingga 108 kali, ada yg 107 kali. Kenapa? Angka itu melambangkan jumlah macam dosa yang yg dipunyai manusia. Bersamaan dipukulnya genta, dianggap dosa tersebut akan gugur. Biksu akan memukul genta dua atau tiga kali yang terakhir.

Itulah mengapa, suasana di jalanan dan tempat umum justru sepi( nyenyat dan hening) menjelang pergantian tahun. Krn semua pergi ke kuil dan berdoa dengan khusyu’. Tidak ada yg bicara keras, apalagi teriak atau tiup terompet..

4. Di pagi hari pertama Tahun baru, kita dn mereka pergi ke pantai. Nangkap ikan? Bukan… Melainkan untuk menyongsong terbitnya “Taiyo sama”, yang mulia matahari. Tau kan klo agama shinto itu menyembah matahari? Nah, ketika semburat merah mulai nampak, mereka berdoa, sekali lagi memohon berkat untuk satu tahun yg akan datang.

5. Menyantap hidangan istimewa tahun baru,”Osechi ryouri”. Banyaknya variasi makanan melambangkan jumlah dn macam harapan mereka dlm setahun. Ada juga “Zouni”, soup sayur yg di kasih rice cake/ mochi.

6. Yg terlewatkan di tahun baru ini adalah mengirimkan “Hagaki”, postcard untuk mngucapkan selamat tahun baru.Tradisi disini utk mengirimkannya ke guru, atasan, rekan dan keluarga, meskipun jarak rumah tidak jauh. Postcard ini akn terasa sgt istimewa bagi penerimanya. Sbg ganti, aq hanya kirim email…nyesel, krn lupa

7. Yang aq arepin tp gk kejadian adalah..dapetin “Otoshidama”, angpao berisi uang, ,krn mrk hny ngasih ke anak kecil. Penampilan tidak bisa menyembunyikan usia ya..

8. Daaaan, trnyata tahun baru disini layaknya lebaran di Indonesia. Pada mudik, berkunjung ke saudara, dn juga atasan, d rumah mereka masing2..hmm

Menarik ya !
Selamat tahun baru bagi yang merayakan ataupun tidak, semoga tahun ini kita menjadi pribadi yang lebih baik. Be kind to one another!

avatar kurnia atiullah

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 1, 2014 by in kultur, kurnia atiullah, Pokoknya Cerita!, TT 2012 and tagged , , , , .
TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: