Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Mottainai 「もったいない」

Mottainai 「もったいない」
artikel by Kurnia Atiullah

Adalah istilah dalam Bahasa Jepang untuk mengungkapkan perbuatan menyia2kan sesuatu. Jadi, ketika ada orang teriak ‘Mottainai!’, itu bisa diartikan dengan ‘Jangan dibuang percuma!’, atau, ‘Tolong di eman-eman!’. Mungkin, kata yang lebih akrab di telinga kita padanannya adalah kata ‘mubadzir’.

Kata ‘mottainai’ berasal dari ajaran Buddha yg menyatakan bahwa segala benda mempunyai jiwa, baik itu benda hidup maupun mati. Sehingga, apabila benda tersebut di/ter sia-sia kan, jiwanya akan tersakiti..awawaw, so sweet..  Jadi ingat jaman kita ( kita???) kecil dulu. Iyya..kita2 yng masa kecilnya ada di jaman 80an ( terpaksa buka kartu dweh! , di salah satu episode film anak Si Unyil, diceritakan bahwa butiran nasi yang tercecer atau yang dibuang karena tersisa, mereka menangis tersedu menyesali nasib diri yang tidak dihargai…Saya sendiri sejak melihat episode itu, semakin menghayati semangat makan saya dan selalu menghabiskan semuanya, tandas tak tersisa!

Naah, kembali ke kata ‘mottainai’. Spirit dari kata ini begitu terlihat menjiwai kehidupan masyarakat Jepang. Mereka berusaha menjauhi sikap ‘mottainai’/menyia2kan, baik menyia2kan benda, waktu, tenaga, dan lain sebagainya. Tak heran, buah kesemek yang disini disebut dengan buah Kaki, atau persimmon bahasa bulenya, ketika panen melimpah, dan tidak seluruhnya bisa habis termakan, mereka menemukan berbagai cara untuk memperpanjang usia edar nya dengan pengawetan alami. Tentang ini, nanti kita bahas khusus ya . Mereka juga ogah membuang begitu saja kulit jeruk/ Mandarin peel. Mereka masukkan kulit itu ke dalam bak mandi hangat mereka sebagai aroma terapi alami dan penyehat kulit. Masak siiih? Iyya, suer! Coba aja 

Menjamurnya recycle shop, recycle factory, toy hospital (iya, rumah sakit mainan, merawat mainan yg sakit biar sehat dan bisa digunakan kembali. Jangan kaget gitu doong ), adalah bukti spirit ‘mottainai’ tersebut. Bahkan, ini sebenarnya agak menjengkelkan, disetiap tour wisata yang diadakan gratis oleh universitas bagi mahasiswa asing, selalu saja salah satu destini nya adalah tempat pengolahan sampah, pabrik pengolahan sampah, musium nya, ataupun kunjungan ke komunitas peduli daur ulang…, tapi bermanfaat sekali, karena akhirnya tanpa disadaru,kita benar2 belajar.

Spirit ‘mottainai’ pulalah yang mengilhami persisi ketepatan waktu transportasi publik disini tentunya. Siapa yang gak tau ttg Shinkansen yang hanya mempunyai jumlah total keterlambatan dalam satu tahun yang hanya berkisar antara 5 menitan? Fyuuuhh! Begitulah..waktu sangat berharga, dan transportasi yang tepat waktu, tentu sangat menunjang kelancaran kegiatan lainnya.

Istilah ‘mottainai’ kini semakin mendunia, setelah diperkenalkan oleh seorang wanita penggiat perlindungan alam dari Kenya bernama Wangari Maathai. Di salah satu sessi pidato di depan forum PBB, beliau mengenakan kaos T-shirt bertuliskan ‘Mottainai’. Beliau menjelaskan bahwa ‘mottainai’ meliputi reduce, reuse, recycle, dan repair. Dalam kampanye yang membawanya memenangkan hadiah Nobel sbg pelestari alam, beliau menekankan penggunaan sumber daya alam yang terbatas ini dengan se efektif mungkin.

Ahhhh, sudah pernah mendengar, bukan? Tentang eman2, merawat apa yang kita punyai, dan tidak memubadzirkan agar dijauhi oleh setan? Maka, malam minggu ini, jangan sia-sia kan waktu untuk resah gelisah menunggu yang tak kunjung datang, ataupun mencemburui teman yang berbahagia dengan pasangan…  Maksimalkan potensi dirimu, tunjukkan ketidaksia-siaanmu, lakukan sesuatu!!

avatar kurnia atiullah

One comment on “Mottainai 「もったいない」

  1. sartika pramita
    December 15, 2013

    Mottainai” istilah keren bangat:D” Info yang selama ini dishare memberi saya pengetahuan yang sangat luas Terimakasih”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 14, 2013 by in Ideas and Thoughts, kultur, kurnia atiullah, TT 2012 and tagged , , , , , .
TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: