Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Nulis Alamat : Japan and Indonesian Way

Konbanwa…
malam ini saya pengen cerita tentang cara nulis alamat, apa bedanya sih cara nulis alamat ala Jepang dengan ala Indonesia ?

Selain perbedaan huruf, perbedaan mendasarnya ada pada urutan.  Alamat saya di sini : Matsue-shi, Nishikawatsu-matchi 3371-1, Shimane Daigaku Ryo B-207 . Urutannya  (kota) (nama jalan + nomer)(nama gedung-kalau ada karena biasanya apartemen) (Nomor apartemen/kamar). Kalau di negara kita tercinta urutannya dibalik : Jalan Sekar Arum 23, Bandung, Jawa Barat. Awal-awal disini nulis alamat suka kebalik-balik karena belum biasa.

Pa Ash, ngapain malem-malem nulis cuma tentang alamat ginian,.. ngga penting banget deh !

Eto.. (ini kalau orang jepang lagi mikir suka ngomong ‘eto…’ kalau di kita setara sama ‘eeng’ nya Pa Moerdiono atau ‘hmm…’ ) cotto matte onegaishimasu. Peratiin polanya deh, orang jepang nulisnya dari yang umum (propinsi/prefektur) baru ke yang spesifik (nomer apartemen) sedangkan kita sebaliknya dari yang spesifik —> umum. Menurut saya ini menarik nih, mindset orang jepang dipolakan dan dilatih sejak dini untuk mikir global duluan dan ini tercermin dari cara mereka nulis alamat.

Jepang sangat dikenal sebagai masyarakat yang punya hubungan komunal yang kuat, sangat mungkin ini karena tiap orang berpikir untuk dan mengedepankan  kebaikan bersama (global) sebelum kepentingan pribadi. Bisa jadi karena alasan itu juga pengelolaan sampah disini extra serius dan masyarakat sangat partisipatif, isu global warming disikapi bener-bener serius. Padahal kalau dipikir masalah sampah, di Indonesia jauh lebih parah. Think globally act locally sepertinya gampang banget di adaptasi orang jepang  karena kulturnya memang sudah begitu.

Jika dilihat dari perspektif ini,  kita Indonesiajin punya tantangan lebih saat melatih refleks berpikir global karena asumsinya setingan awal kita adalah melihat detail duluan. Mungkin setingan ini pula yang membuat kita hobi banget ngeributin hal sepele, ngegosipin janda muda di RT sebelah, hebohisasi masalah vickinisasi, sibuk nulis lagu dan meluncurkan album saat negara butuh kepemimpinan, atau hanya mampu melihat fenomena kecurangan UN sebagai masalah teknis semata dan belum mampu melihatnya sebagai masalah krusial-fundamental-esensial kepribadian bangsa.

Orang bilang ” beauty is in the details ” , yah.. mungkin saja Indonesiajin adalah orang yang sangat menyukai keindahan cuma mungkin aja pengennya praktis dan via jalan singkat.

Ja,.. dousureba ii desuka ?

ashari

Mohamad Ashari, TT 2012
The Handsome Math Teacher

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 27, 2013 by in Ideas and Thoughts, Mohamad Ashari, TT 2012 and tagged , .
TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: