Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Berbincang Dengan Siswa SMP SMA Elite

Selama 6 bulan awal, penerima beasiswa Teacher Training diberikan pembekalan bahasa Jepang. Dan pada setengah tahun awal inilah kesempatan kita untuk beradaptasi termasuk mendongkrak kemampuan kita dalam berkomunikasi dengan orang asing, khususnya orang Jepang.

Biasanya ada banyak sekali event yang bisa kita manfaatkan untuk melatih kemampuan tersebut. Kita bisa bergabung dengan klub (kurabu) sesuai minat kita, antara lain yang berhubungan dengan olah raga (klub panahan, badminton, basket, base ball dll), hobby (origami, seni merangkai bunga, shodo/kaligrafi Jepang, seni lukis, alat musik) atau culture exchange.

Kampus saya, nagoya university, termasuk salah satu kampus yang getol menggiatkan kegiatan culture exchange. Ada berbagai group dan departemen kampus yang turut andil. Kegiatan culture exchange ini berpusat di 国際センター (international center). Bahkan seringkali mendapatkan support dari volunteer, orang Jepang yang suka rela membantu kegiatan ini.

Pada Sabtu sore (19-10-13), kebetulan saya ikut ambil bagian dalam kegiatan 国際交流 (culture exchange) yang dikomandani oleh Tanaka sensei, salah satu profesor di international center. Saya dan 10 mahasiswa asing lainnya diminta untuk bergabung dan bertukar budaya dengan siswa SMP dan SMA, yang akan berkunjung ke kampus kami.

Tepat jam 3 sore, saya ke kampus. Di longue lantai 1, meja sudah disetting sedemikian rupa. Ada 5 meja, dikelilingi 5-6 kursi. Rupaya kami dikelompokkan ke 5 han (group meja). Kami bebas mau memilih duduk di group yg mana. Saya memilih di group 5, dengan pertimbangan di group ini nantinya akan datang siswa SMA. Di Indonesia aku mengajar SMA, jadi kupikir aku akan lebih gampang beradaptasi dengan anak SMA.

Tak lama kemudian, sekelompok pemuda dengan hem putih dan berdasi garis-garis miring memasuki longue. Ouuh….ternyata inilah tamu yang kami tunggu-tunggu. Ya, semuanya laki-laki. Saya menyebutkan nama-nama anak yang akan masuk ke group saya. Ada 3 orang, Kondo, Yuuya, dan Nao. Semua siswa kelas 1 SMA.

Sebelum acara dimulai, Tanaka sensei memperkenalkan sekolah dari tamu kami. Ternyata siswa SMP-SMA yang berkunjung di kampusku adalah siswa dari SMP-SMA Kaiyo Gakuen. Sekolah ini adalah sekolah spesial dan terkenal elite. Akhir-akhir ini sering diperbincangkan di media.Berikut ini sekilas tentang Kaiyo Gakuen, yang menurutku cukup spesial :

  1. Semua siswanya laki-laki (huahua… padahal aku udah siapkan kenang-kenangan pin BATIK😦 )
  2. Tingkatannya grade-nya berbeda dengan sekolah SMP-SMA pada umumnya. Gradenya adalah kelas 1 s/d kelas 6. Jadi setelah kelas 3 SMP, bukan kelas 1 SMA, tapi kelas 4. Termasuk Yuuya dkk yang digroupku, mereka semua 4-nensei (kelas 4), artinya mereka kelas 1 SMA.
  3. Sekolah ini baru berusia 7 tahun. Berarti tepat beroperasi, tatkala 7 tahun lalu aku meninggalkan Nagoya dan pulang ke Indonesia.
  4. Semua siswanya tinggal di asrama. Mereka diijinkan keluar asrama hanya sabtu-minggu. Kedisiplinannya tingkat dewa. Telat 1 menit saja, akan ada punishment.
  5. Sekolah ini disupport oleh 3 perusahaan yang cukup berpengaruh di prefecture Aichi, yaitu Toyota (perusahaan otomotif no.1, sampe punya kota sendiri – Kota Toyota), JR – Japan Rail (kayak PT. KAI), Chubu Electric Power (kayak PLN).

Seperti yg bisa ditebak, mereka anak-anak orang kaya, hampir semua (50-70%) pernah pergi dan tinggal di luar negeri. Ada juga beberapa anak dari pejabat berpengaruh di Aichi.

Harapanku tadinya, mau kasih kenang-kenangan pin batik. Ternyata, semua siswanya cowok semua… Akhirnya hanya kuperkenalkan batik dari segi motif saja, pin-nya aku bawa pulang balik. Heeuuh….

Sesuai dengan judulnya. Kami berbincang mengenai budaya masing-masing. Anak-anak SMP-SMA ini memang sudah dipersiapkan untuk menyampaikan tema tertentu. Di groupku, Kondo bertugas menyampaikan tentang bushido (berhubungan dengan era-nya samurai), Yuuya tentang oshogatsu (tahun baru Jepang) dan Nao tentang kabuki (sejenis ludruk (drama tradisional)-nya Jepang).
Ketiga-tiganya pernah tinggal di Amerika, lebih dari 1 tahun dan juga berkunjung di beberapa kota lain. Namun karena kali ini sengaja disetting bahasa komunikasinya bahasa Jepang, mereka tidak berkomunikasi dengan bahasa Inggris (alhamdulillaaaah…..🙂

Sudah bisa ditebak, saya menyampaikan tentang kota saya. Sebelum berangkat, saya sempat mengorek-orek info apa yang bisa saya sampaikan tentang kota Pahlawan. Karena terbatasnya waktu, saya hanya memilih 3, yaitu 1) Tugu pahlawan karena sesuai dengan maskot Kota Pahlawan. 2) Hotel Yamato / hotel orange / hotel Mojopahit-Mandarin. Supaya mereka tahu, dulu mereka pernah menjajah kami hehe….. 3) House of Sampoerna dengan tour gratis keliling Surabaya, atas saran Mbak Nunu El-Fasa di facebook. (Makasih ya Mbak…).

Setelah saling bertukar info budaya, guru bahasa Inggris dari Kaiyo Gakuen menunjuk 1 orang perwakilan group untuk menyimpulkan isi pembicaraan di groupnya masing-masing. Nao, yang memang terlihat paling rajin (dia membawa artikel dan foto tentang kabuki), mewakili kelompok kami. Setelah itu, giliran perwakilan mahasiswa asing menyampaikan kesan-kesannya tentang kegiatan ini.

Di luar tema yang ditentukan, sesekali kami pun membahas hal ini seperti kesukaan masing-masing tentang warna, filem, musik, artis, makanan, pengalaman ke LN yang lain, tentang kerudung saya etc.

Acara ditutup dengan mejeng berfoto bersama di depan gedung. Dan sempat terjadi sedikit perbincangan dengan guru bahasa Inggris yang menemani mereka (namanya lupa..?). Insya Allah ke depannya mereka akan mengundang mahasiswa asing di Nagoya University, untuk berkunjung (kengaku) ke sekolah mereka.

About Kuma

Mantan pegawai. EO sekaligus manager di CV. Kreasi Presentasi (www.KreasiPresentasi.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: