Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Trend Sale / Bazaar di Jepang

Pernah ga denger ada toko BANTING HARGA?!!

Pasti pernah ya hehe…. Entah kenapa, aku jarang nemuin BANTING HARGA yang bener-bener dibanting-banting, di Indonesia.๐Ÿ˜› Seakan-akan hanya tentang perputaran diskon atau potongan harga yang ga seberapa.

Di Jepang, ada kalanya harga benar-benar dibanting bahkan bisa jadi 0 yen. Dan denger-denger ini menjadi semacam trend sekaligus agenda yang terjadwal. Aku tidak seberapa pengalaman sale di toko-toko, seperti yang kulihat diupdate status teman-teman tentang barang A yang dibanting hingga tinggal 20% di Toko A dsb. Karena memang akunya ga seberapa suka jalan-jalan untuk belanja.

Di kampusku (Nagoya University), ada agenda bazar yang diadakan 2 kali selama 1 tahun. Yaitu pada saat autumn (musim gugur) dan spring (musim semi). Di bazar ini mereka menjual barang-barang shinpin (baru) dengan jumlah yang sangat terbatas, dan barang-barang chuko (second). Bazar ini hanya diperuntukkan bagi mahasiswa asing, dan dikoordinir oleh Nagoya Univ international center, NUFSA (kayak BEM Univ), ACE (organisasi mahasiswa volunteer) dan para tutor kami.

IMG_2341Untuk bisa ikut “berbelanja” di bazar ini, kami harus membayar tiket 300 yen plus membawa kartu mahasiswa (student card / gakuseisho). Seperti yang terlihat di brosur, bazar ini akan dibuka pukul 8:30 pagi. Namun, dikarena benda-benda yang sering diminati seperti sepeda, rice coocker, heater jumlahnya terbatas, maka siapa yang antri dan masuk lebih dulu, dialah yang akan mendapatkannya. Bersyukur tempatnya diadakan di lobby asramaku, so aku ga perlu jauh-jauh deh. Daaan bisa antri lebih pagi.

Aku keluar kamar pukul 7 pagi. Rupanya ada yang sudah antri sejak pukul 6:15. WOW!! Kupikir akulah yang bakal berdiri di antrian terdepan hehe…. Kami ngantri sambil ngobrol ngalor-ngidul, menunggu panitia yang tak kunjung datang. Jadi deh kita lesehan hehe…

Pukul 8:30, tak kurang tak lebih, panitia membuka bazar. Budaya antri sudah bukan hal sulit di Jepang, yang datang akhir sudah nyadar harus ke belakang. Semua mengantri mulai dari garis batas di depan meja tiket hingggaaa parkir belakang asrama. Lalu setelah membayar, kita ditawari mau ikut undian sepeda apa tidak? Kalo ya, akan dikasih tiket undian sepeda. Bayangkan saja, sepeda onthel hanya 2 buah. Satu akan diundi,jadi gratis dan satunya lagi akan dilelang. Sampai begitunya ya hehe…..

Lanjut…, setelah dapat tiket undian untuk sepeda, kami ditawari tiket prioritas. Bazar ini dibagi 3. Yang pertama corner alat elektronik (paling banyak antriannya), lalu kedua corner furniture dan yang terakhir corner kitchen dan kebutuhan sehari-hari. Nah, kami disuruh milih prioritas mau masuk corner yang mana dulu. Karena aku mau cari selimut tebal yang dialiri listrik dan tooster utk roti panggang, maka aku memilih corner elektro (denki koonaa). Antrian di denki koonaa memang paling panjang. Mereka berharap bisa dapat membeli kulkas, vacum cleaner, mesin cuci dll yang harganya hanya beberapa ratus yen. Dibanding harga barunya antara ribuan hingga puluhan ribu yen.

Foto ini saya ambil ketika saya sudah berada di antrian denki koonaa (kiri). Yang sebelah kanan adalah antrian pembelian tiket. Panjang kan… hehe.. Jadi, setelah ngantri beli tiket, kami pun masih ngantri untuk masuk ke corner-corner. Benar-benar diatur, supaya tidak rebutan, mengingat barangnya terbatas dan ruangannya kecil. Managemen yang harus diacungi jempol!!

Di denki koonaa, ada selimut tebal yang dialiri listri penghangat yang kumaksud. Namun sayangnya, mahasiswa dari China memegangnya lebih dahulu. Cuma 1 buah. Hiks… Namun, ternyata ada 1 selimut tipis yg dialiri listrik penghangat. Sama persis dengan punyaku, yang dulu kubeli dengan harga 2000 yen. Kini aku membelinya dengan harga 200 yen. Tidak baru, namun kondisinya masih cukup bagus.๐Ÿ™‚

Setelah dari corner prioritas, kita bisa mengunjungi corner yang lain. Tapi supaya merata, kami hanya diijinkan masuk 1 kali ke tiap-tiap corner. Aku menuju corner furniture. Aku sudah melirik box container transparan, untuk pindahan barang ke kota Kariya pada awal musim semi tahun depan. Rupanya tinggal 1 buah, beruntung. Sebelumnya sempat kulihat ada 2, ternyata tinggal 1. Aku membelinya dengan harga 100 yen. Ukurannya sekitar 40x50x70 cm.

Terakhir, aku masuk ke corner alat dapur dan sehari-hari. Aku membeli tempat CD, tas, sepatu, payung, futon (kasur gulung) lengkap dengan sprey dan selimut tebalnya, gelas, mangkok, tempat bumbu, tempat bento mungil. Harga barangnya mulai 10 yen hingga 200 yen. Untuk di corner ini, aku menghabiskan 800 yen untuk set futonnya, dan 560 yen untuk barang-barang yang lain.

Cukup banyak, dan berraaat juga ngangkut hingga ke lantai 6. Di kamarku sudah ada springbed. Namun itu tidak gratis sodara-sodara, ada sewa bed sebesar 1650 yen yang harus kami bayar tiap bulannya (coba kalikan 6 bln hehe..). Di asramaku ini, untuk 1 bulan pertama kami diwajibkan menyewa spring bed plus selimutnya. Namun bulan berikutnya boleh mengcancel sewanya. Maka aku beli futon deh, supaya bulan depan ga perlu sewa lagi hehe…. Lha wong cuma 800 yen๐Ÿ™‚

Kalau sudah masuk ke semua (3) corner, kami dilarang masuk lagi. Hingga… waktu menunjukkan pukul 11:30, panitia mengumumkan pembantingan harga semua furniture dan barang elektronik menjadi 50% dari harga ketika pagi. Tentu tinggal barang-barang sisa ya hehe…. Aku tidak masuk lagi ke corner-corner itu, karena sudah tidak ada yang dubutuhkan.

Dan pada pukul 12, ada pengumuman lagi bahwa barang-barang sisa diGERRATIISS-kan!! Waah, aku jadi ikutan ngantri lagi neh ke corner alat dapur. Di situ aku mendapat kertas pembersih dapur, net penyaring bak cuci piring+hiasan kayu beruang-kuma ( keduanya atas usulan Miu-chan), matras (kasur spons tipis), selimut, sprey, hand bag yang masih ada gantungan brand-nya, tatakan makanan, tempat garam, bantal duduk (zabuton), tas belanja, entong, tempat sabun, box kontainer transparan yang sedikit lebih kecil dari sebelumnya dll. Semua barang ini NOL-yen.๐Ÿ™‚

Barang yang kubeli cukup banyak. Tapi emang aku butuh futon dan selimut2 itu. Winter di Nagoya cukup dingin bagi aku yang dari negara tropis. Aku harus bolak-balik naik-turun lantai 6 ke lobby di lantai 1. Untungnya ada lift hehe…. Tapi yang aku bersyukur lagi, panitia ACE benar-benar menjalankan tugasnya sebagai volunteer. Yang cowok-cowok membantu mengangkat futon dan matrasku hingga ke lift. Jadi keinget Hiro-kun, dulunya dia juga anak ACE. Hingga kini sudah bekerja pun, dia masih sering bantu aku.

Sekitar pukul 12:15, saat yang ditunggu-tunggu. Pengundian sepeda ontel !!! Sepeda onthel warna silver berkeranjang, sudah kutaksir sejak jumat sore. Namun, ternyata undian jatuh pada anak China, yang tinggal di Ohmeikan (asrama Nagoya Univ yang lain). Semua bertepuk tangan padanya. Beruntung banget ya… dapet sepeda gratisan.

Lalu sepeda satunya lagi, kelihatan lebih keren berwarna ungu (warna kesukaaanku…). Sepeda ini dilelang, harga tertinggi-lah yang bisa membelinya. Tapi hiks, setangnya lurus. Alamat kalo pake rok/gamis kayak aku, kagak bisa mengayuhnya deh. Akhirnya kubiarkan proses lelang itu berlalu begitu saja. Hehe…

Alhamdulillah. Barang yang kubutuhkan sudah kudapatkan dengan harga murah. Meski ga dapet sepeda, gapapa lah jalan kaki, supaya lebih sehat. Yosh… ganbarimasu!!

istikuma avatar

Istikumayati, TT 2013

About Kuma

Mantan pegawai. EO sekaligus manager di CV. Kreasi Presentasi (www.KreasiPresentasi.com)

One comment on “Trend Sale / Bazaar di Jepang

  1. Gilig Guru
    October 14, 2013

    Urayamashii, hiroshima de ga nai desu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 12, 2013 by in 1st week in Japan, Istikumayati, kultur, Pokoknya Cerita!, Tentang Kampus, unik and tagged , , , , .
TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: