Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

I Have Seen The Worst of Moslem..

April 2012 saatnya pindah dari Tottori dan mengawali kehidupan baru saya di Shimane, asyiknya saya tidak sendiri melainkan bersama Carlos salah seorang peserta program teacher training dari Paraguay. Carlos ini pribadinya sanguin banget, ceria sepanjang hari, energik, suka ngobrol, dan dengan mudah punya banyak teman. Begitu kami sampai di shimane hal pertama yang kami beli adalah : sepeda ( jitensha / cari-cari <– bhs jepangnya ). Dengan jitensha inilah kami memutuskan untuk mengunjungi Yuri san salah seorang teman Carlos yang tinggal ‘hanya’ 20 km dari Matsue.

Awalnya sih,.. 20 km, gampang hayu ! ternyata …OMG !! berbukit-bukit !! Sampai setengah perjalanan akhirnya kami menyerah, kalau diterusin alamat nggak bisa pulang nih. Tapi mungkin karena memang sudah niat, jalanpun dibukakan. Yuri san menjemput kami dengan mobilnya. Yuri san orang yang setipe dengan Carlos, dengan sifat yang easy going dan sangat fleksibel inilah saya pikir wanita jepang pecinta kopi yang besar di republik Dominica ini melanglangbuana ke berbagai negara. Berkesempatan berbicara dengan orang yang wawasannya luas, It was trully very enjoyable.

Salah satu topik yang menurut saya berkesan adalah saat kami membahas tentang makanan. Mulai dari Yuri san bertanam kangkung di musim panas  yang kemudian ‘nyambung’  bahwa saya ngga makan babi dan minum alkohol karena muslim. Yuri san kemudian ‘nyeletuk’ gini :

”  In USA, i have seen the worst of moslem. They drink like there are no tomorow and they play with women. But when they are at home they become this perfect angel, perfect father and husband “

Celetukan ini dalem banget dan bikin saya berpikiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiir panjang. Memang bener orang-orang munafik kayak gini nih yang bikin nama islam rusak. Pertanyaannya : waduh, jangan – jangan saya termasuk munafik juga nih, turut merusak nama Indonesia, juga muslim. Kalau dari sisi ‘negatif’, pengalaman disini dan lihat saudara-saudara muslim dari kultur yang berbeda-beda itu rasanya seperti gabungan antara ‘unik’, ‘bingung’, sama ‘miris’. Ada yang dari daerah Kyrgistan, bilangnya muslim tapi nggak pernah jum’atan, ada yang kalau sholat sambil goyang-goyang benerin celana, trus ada yang jum’atan belum beres tapi udah keluar duluan gara-gara ada kuliah.

Disisi positif tentunya banyak. Salah satu yang terasa adalah ikatan erat antar muslim, langsung ‘bonding’. Di sini kita juga punya mesjid kecil. kami ‘udunan’ untuk sewa tempat, kita punya imam mesjid yang berwibawa, dan presiden organisasinya orang Indonesia lo !

Walau masih dalam fase mengaku sebagai muslim dan belum tentu diakui sebagi muslim, apa lagi menjadi seorang muslim yang benar,  i hope i am able to uphold this ‘amanah’ to be an example of how a moslem should behave.

One comment on “I Have Seen The Worst of Moslem..

  1. Metha
    April 21, 2013

    Ganbatte senpaaaaaiiii ^0^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 20, 2013 by in Mohamad Ashari, Pokoknya Cerita!, TT 2012 and tagged , .
TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: