Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Biaya Hidup Keluarga di Jepang

Harga kebutuhan sehari-hari di Jepang jauh lebih mahal. Makanan,transportasi, pakaian, semuanya berlipat-lipat dari harga di Indonesia. Belum lagi harga sewa rumah, listrik, air dan gas. Bagaimana juga dengan biaya sekolah anak, atau jika ada yang sakit? Wah, banyak sekali pertanyaan yang muncul di benak ini yang berujung pada kekhawatiran dan keraguan. Semuanya bermuara pada satu pertanyaan, apakah beasiswa yang diterima akan cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh keluarga jika keluarga ikut tinggal di Jepang?

Kegalauan yang sama saya rasakan sebelum benar-benar memutuskan untuk pergi ke Jepang mengikuti program Teacher Training beserta suami dan anak saya yang berumur 4 tahun. Berbagai informasi coba saya cari melalui internet, dan hasilnya kebanyakan mengatakan bahwa jumlah beasiswa yang saya terima tidak cukup. Apalagi saya tinggal di Tokyo, kota termahal di Jepang dan bahkan nomor 2 di dunia. Beberapa informasi yang saya peroleh mengatakan bahwa untuk keluarga dengan satu orang anak diperlukan biaya minimal sekitar 170.000¥ per bulannya. Itu artinya, kami perlu subsidi pribadi minimal sekitar 25.000¥ atau 2,5 juta rupiah.

Namun, seorang sahabat dari Indonesia yang juga belajar di Jepang dengan jumlah anak 4 meyakinkan bahwa Insya Allah cukup. Dan sekarang, setelah mengalami langsung saya ingin berbagi dan meyakinkan yang lain bahwa Insya Allah beasiswa yang diterima cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga di Jepang. Kalau di Tokyo saja cukup, maka bisa juga digeneralisir untuk kota-kota lain di Jepang. Bagaimana detail perhitungannya? Yuk, kita bahas satu per satu.

Beasiswa yang diterima saat ini adalah 146.000 ¥ per bulan dari MEXT. Ditambah lagi ada tunjangan untuk anak dari pemerintah setempat dengan jumlah per bulan 15.000 ¥ untuk usia 3 tahun ke bawah dan 10.000¥ untuk usia 4 tahun ke atas (cara memperoleh tunjangan ini saya bahas di artikel lain).

Sekarang, saya uraikan perkiraan perhitungan pengeluaran per bulan untuk keluarga dengan satu orang anak balita.

Sewa rumah (apato) 50.000

Listrik, air & gas 15.000

Telpon 7.000 (pulsa Softbank sekaligus cicilan untuk smartphone)

Internet di rumah 2.500

Asuransi kesehatan 3.000 (dewasa @ 1.500 ¥, anak gratis)

Makanan 30.000 (layak dan bergizi)

Transportasi 25.000

—————-

TOTAL 132.500

Perincian biaya tersebut masih bersifat umum yang masih mungkin berubah. Sebagai contoh, jika tidak perlu menggunakan samrtphone, bisa dengan hp biasa (hanya untuk telpon dan sms) seharga sekitar 2000¥ per bulannya. Untuk sewa apato, saya masih bisa mendapatkan harga di bawah 50.000 dengan 2 kamar (kata orang-orang siy, itu termasuk murah). Di kota-kota lain biasanya harga sewa apato lebih murah daripada di Tokyo. Lebih baik lagi jika kita bisa menggunakan fasilitas asrama kampus dengan tipe family room. Datanya bisa dilihat di Annex yang diberikan pihak Kedutaan Besar Jepang untuk peserta Teacher Training. Dari sana bisa dilihat kampus mana saja yang menyediakan fasilitas family room untuk peserta Teacher Training.

Biaya transportasi juga sangat tergantung dari aktifitas kita di luar aktifitas ke kampus. Biasanya kita ke kampus dengan jalan kaki atau menggunakan sepeda. Hanya keperluan-keperluan lain di luar itu yang membutuhkan biaya transportasi tambahan. Biaya di atas adalah perkiraan biaya kereta api (densha) untuk 2 orang dewasa jika bepergian 2 kali dalam seminggu.

Akan tetapi perlu dipertimbangkan biaya-biaya lain di luar biaya bulanan. Pada awal kita menyewa apato, kita harus mengeluarkan biaya tambahan sehingga total biaya yang dikeluarkan pada bulan pertama bisa mencapai 3-4 x biaya bulanan, dan harus dibayar cash. Ditambah lagi dengan biaya tiket pesawat keluarga saat kedatangan dan kepulangan. Perlu dipikirkan juga untuk membawa dana cadangan, untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu hal yang tidak kita inginkan.

Perhitungan biaya di atas adalah untuk keluarga dengan satu anak balita. Jika jumlah anak lebih dari satu, maka biaya yang signifikan bertambah mungkin hanya di makanan saja. Untuk transportasi, anak di bawah 6 tahun masih gratis. Begitu juga dengan biaya sekolah, semuanya gratis. Biaya anak ini juga dapat ditutupi dari tunjangan anak yang diberikan pemerintah.

Nah, sekarang semua keputusan ada di tangan Anda dan keluarga Anda, apakah anggota keluarga akan turut serta ataupun tidak. Saya pribadi, sangat yakin jika apapun keputusannya itu diniatkan untuk sesuatu yang baik, maka Insya Allah kemudahan akan selalu datang. Dan, saya pribadi dan suami berpandangan bahwa waktu 1,5 tahun itu cukup lama dan berarti bagi perkembangan anak kami yang masih balita. Bagaimana dengan Anda?

6 comments on “Biaya Hidup Keluarga di Jepang

  1. lina
    March 9, 2015

    Assalamualaikum. Mba Farrah, Kira mungkin atau ga sie klo suami Dan anak berangkat bareng? Aku TT2015, insha Allah Oktober ini berangkat. Btw, aku sudah add fesbuk mba n kirim pesan. Tolong dibales ya mba

    • Kang Ash
      March 10, 2015

      disarankan berangkat sendiri dulu teh.. pertama melihat kondisi sampai kita settle dulu, kedua urus perijinan termasuk dukungan dari senseinya

  2. ari
    October 23, 2013

    Halo Bu Farah, perkenal saya Ari. Mhs di Tokyo juga. Rencana mau bawa istri ke sini Bu. Untuk pengurusan tunjangan anak, gimana ya? Di atas disebutkan akan dibahas di artikel lain. Bisa dikirim linknya ga Bu? Saya cari2 kok ga ketemu hehehe Makasaih……

    • Bu Farrah
      October 24, 2013

      Maaf ya, belum sempet posting hehehe.. Kalo tunjangan anak (kodomo sappoto) lebih mudah urusnya. Saat urus untuk asuransi, langsung tanya sama petugasnya tentang hal ini dan pasti langsung diantar ke bagian ke kesejahteraan anak. Setelah isi form aplikasi yang simpel, urusan langsung beres. Uang akan langsung dtransfer tiap 4 bulan… Jadi diurusnya setelah anak datang.

  3. tya
    August 29, 2013

    selamat siang bu farah, saya tya TT2013🙂
    mau bertanya bu, apakah boleh saya add di fesbuk? kalau boleh, ID name nya apa ya, banyak yg mau saya tanyakan mengenai dokumen2 utk anak dan suami.
    thank u

    • Bu Farrah
      August 29, 2013

      Silahkan aja di add: wahyu farrah dina. Wow, mau bawa keluarga juga?? Yuuuksss ditunggu 😃

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 28, 2013 by in Pokoknya Cerita!, Tips and 'how to', Wahyu Farrah Dina and tagged , .
TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: