Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Orang Indonesia Tidak Layak Dipandang Sebelah Mata

 Orang Indonesia suka dipandang sebelah mata? Hmm…… ini tugas kita untuk membuktikan bahwa orang Indonesia tidak layak untuk dipandang sebelah mata. Wah, rasa nasionalisme jadi bangkit nih karena ada peristiwa yang baru saya alami.

Pada awal program Teacher Training, saya diharuskan mengisi study plan yang berisi mata kuliah apa saja yang diambil dan research plan yang akan dilakukan. Study plan ini harus didiskusikan dan ditandatangani oleh Sensei. Jadi, saya minta waktu lagi untuk bertemu dengan Sensei. Saya sudah siapkan file yang diperlukan, dan saya siapkan dua research plan sekaligus karena memang dua-duanya menarik untuk saya. Yang satu tentang kurikulum dalam mengajarkan reading comprehension dan satu lagi kurikulum dalam mengembangkan creative thinking dan karakter positif. Rencananya, saya ingin mendiskusikan dengan Sensei mana yang akan diprioritaskan.

Saat saya datang ke ruangannya, seperti biasa saat itu ada beberapa mahasiswa yang sedang berkonsultasi. Walaupun dengan ramah, tapi sepertinya saya merasakan bahwa beliau menomorduakan saya dan tidak terlalu menganggap (Cuma feeling sih, bukan suudzon). Saat itu beliau menyuguhkan ocha dan pisang untuk kedua mahasiswa yang lain. Lalu saya bilang ada yang akan saya diskusikan, lalu beliau bertanya apa masalahnya, kelas apa saja yang ingin diambil? Lalu saya mulai menjelaskan bahwa saya ada dua minat untuk research saya. Saya mulai menjelaskan tentang rencana research itu. Lalu beliau memotong “you don’t need to explain me about it… I just gonna write a comment in here.” Jadi, sepertinya komentar yang ditulis hanya formalitas saja.

Tapi pada saat beliau menulis komentar itu, saya terus bicara tentang rencana research saya,  pendidikan di Indonesia, apa yang dikerjakan di foundation tempat saya beraktifitas (Indonesia Heritage Foundation – IHF),  passion saya, dll (saya juga lupa awalnya bagaimana). Pembicaraan saya mengalir begitu saja karena saya pikir saat itu kesempatan saya untuk bicara. Sensei jadi tertarik dan terus bertanya sambil berhenti menulis. Pembahasan meluas sampai pada teori Kohlberg, PAUD di Indonesia, pendidikan karakter, kurikulum reading comprehension, sampai tentang thesis saya dulu. Beliau juga memperlihatkan saya beberapa buku dan mau mengkopikannya…! Pada waktu saya menjelaskan tentang buku 9 Pilar Karakter terbitan IHF, beliau tertarik sekali tapi lupa dimana meletakkan buku itu (saya sudah pernah memberikan pada pertemuan sebelumnya). Sampai beliau mencari-cari ke tumpukan bukunya, tapi saya bilang nanti saya bawakan lagi contohnya karena saya masih punya satu set.

Sampai akhirnya saya pun disuguhi ocha dan pisang (kebetulan, memang sedang haus banget), sama seperti dua mahasiswa lainnya. Itu berarti juga “undangan” untuk duduk di sana lebih lama. Seorang mahasiswa dari Brazil juga terlibat dalam diskusi itu karena kondisi Brazil dan Indonesia tidak jauh berbeda.  Saya melihat wajah antusias Sensei, yang belum pernah saya lihat sebelumnya.  Beliau juga bercerita tentang dirinya, seperti di mana program PhD nya dulu. Dan saya jawab “Yes, I know.” Beliau surprise juga “You know?” katanya (karena saya memang sudah search profil beliau begitu juga dengan publikasinya. Setelah diskusi itulah baru beliau bilang “Wow..You’re different. You know a lot of things. You can tell many things about education in Indonesia. I’m glad you’re here. And I’m glad you can speak english well.  I know a lot of Indonesian people, but they can’t speak English. Most Indonesian people don’t speak English, right? And they don’t know much about education in Indonesia.” Hmmmm… bukannya kegeeran, tapi mau berbagi aja ternyata feeling saya memang benar. Beliau tidak terlalu menganggap saya karena sudah punya impression tentang orang Indonesia. Dan akhirnya pandangan itu berubah. Bersyukur juga, karena saya juga bisa membawa kesan yang baik sebagai orang Indonesia.

PR selanjutnya adalah, belajar dan terus melakukan yang terbaik. Karena saya di sini memang untuk belajar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 28, 2013 by in Pokoknya Cerita!, Wahyu Farrah Dina and tagged , .
TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: