Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Maha Karya

Mahakarya dalam terjemahan bahasa indonesia berarti karya besar atau karya gemilang. Yang memiliki kemampuan dalam membuat mahakarya adalah Tuhan, manusia, hewan dan tumbuhan. Kalau Tuhan sebagai Maha pencipta, sudah pasti, segala hasil ciptaanNya adalah Mahakarya. Manusia,sebagai mahluk sempurna, memiliki akal, sudah pasti, turut menghasilkan sekian maha karya. Piramida sphynx, Menara petronas, Istana kesultanan, istana semut, sarang lebah, hmm…apalagi ya? banyak, tak terhingga…hehe…(malas mikir.com).

Pernah dengar nama Mozart? Bethoveen? Nah, dua nama ini, saya masukkan, sebagai referensi, bahwa maha karya, tidak terbatas pada produk yang tampil, bisa dilihat dan bisa disentuh oleh tangan.

Mahakarya bisa berupa karya seni yang hanya bisa disentuh oleh indera pendengar. Oleh karenanya, banyak musisi yang membuat judul konser dengan tambahan kata Mahakarya. Bagaimanapun mahakarya itu dibuat, tetap konteksnya, ciptaan Tuhan , tidak ada yang mampu menandingi.

Mahakarya itu cenderung dekat dengan istilah produktifitas. Jadi, semakin banyak mahakarya yang dibuat, waktu yang kita pergunakan dalam hidup ini, sifatnya adalah efektif. Efisien kah? biasanya iya…

Nah, berikutnya cerita tentang saya yah…Buat saya, untuk musim dingin seperti ini, jemuran pakaian bisa digantung dengan manisnya di balkon kamar, itu adalah sesuatu “Mahakarya”…..

Kalau urusan mencuci, disini mudah. Pergi ke laundry, masukkan koin 150yen, tinggalkan di kamar (atau boleh menunggu 30 menit), kembali ke ruangan laundry, tarraaaaa…..baju bersih siap di jemur.

Berikutnya, adalah edisi menjemur, susah? enggak…maksudnya, enggak salah lagi’. Itu pakaian sudah terkontaminasi oleh air dingin, maka dari itu, baju pun terasa seperti es yang baru dikeluarkan dari kulkas. Menyentuhnya, membawa kita untuk rindu pada kehangatan, lebih tepatnya, hawa panass. Catatan, survey membuktikan bahwa ternyata jari tangan dan kaki adalah anggota badan yang paling mudah menggigil, (Mungkin karena yang lain ditutupi oleh lemak, hehee)

Ditambah lagi, isi pakaian bersih siap jemur koleksi saya jauh lebih banyak dibandingkan dengan penghuni asrama international house yang lain. Inner heater, kerudung luar, kerudung dalam, baju atas, bawah, kaos kaki, yang biasanya diganti sehari sekali, kadang, kalau sedang liburan, bisa 3 hari sekali, wkwkwk…

Tetaaap…cucian itu tidak berkurang jauh…tidak signifikan. Mengibas-kibaskan pakaian, membalik posisi kain luar ke bagian dalam luar dalam, dan seterusnya, menjepit pakaian dengan capitan, disini kalau tidak dijepit, bisa dipastikan, angin akan membawa pakaian kita, “soulmate” kita terhempas keluar balkon. Mengambil pakaian yang lain, dan melakukan proses yang sama berulang-ulang, hingga 4 tali jemuran terisi penuh, aktivitas ini benar-benar membutuhkan nyali petarung.

Beberapa waktu terakhir, saya bahkan menyetop aktivitas membalik pakaian , karena sudah tak sanggup melanjutkan aktivitas menjemur dalam waktu lama. Mencoba dengan sarung tangan tebal pun tidak ampuh membasmi hawa dingin di jemari, beku, sangat ingin dekat dengan kompor gas yang menyala…hadeh’..

Sesuatu yang sangat mudah dilakukan di negara sendiri, namun sedikit (BANYAK) membutuhkan perjuangan di negara 4 musim ini, membuat saya meniyimpulkan, bawasanya, menjemur pakaian di musin dingin adalah sebuah proses indah yang tidak mudah untuk dilakukan oleh banyak orang(hohoho…)

Wajarlah, bila saya mengatakan, Di sini, di jepang, saya telah berhasil menaklukkan kegiatan menjemur di musim dingin, dan buat saya pribadi, melihat cuplikan rangkaian pakaian yang terbang melambai ditiup angin, dengan jumlah yang tidak sedikit itu,,,,adalah sebuah Maha karya…

Ehemm!

jemuran baju tampak atas

jemuran baju tampak atas

About ni_lasha

Hai,aku nilasha. Tukang nulis, terutama saat kerjaan numpuk. Pelariannya adalah menulis. Pas menengok kerjaan yang masih menumpuk, kembali melarikan diri untuk menulis. Aku terobsesi menjadi populer, untuk novel yang belum terbukukan, untuk buku yang masih di awang-awang dan untuk puisi galau yang bersinergis dengan nuansa alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 14, 2013 by in Pokoknya Cerita!.
TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: