Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

buta=babi=豚

[masih dalam pengembangan]

Masalah akses makanan di jepang sebenarnya ga susah. Di kota Tottori nggak ada pasar tradisional atau tukang sayur yang setia tiap pagi nyamperin ke rumah seperti di Bandung, adanya super market dan memang hampir semua belanja di super market. Hmm mungkin artikel berikutnya tentang supermarket ya. Artkel ini ngobrol tentang tantangan cari makanal yang halal.

Makanan sebenarnya banyak dan variatif banget dari dorayaki, tokoyaki, sampai sushi berjejer di supermarket. Mi instan juga macam-macam ada mi ramen, soba, mie putih, bihun, lengkap !  Buah memang jenisnya terbatas nggak sebanyak di Indonesia dan harganya memang lumayan, tapi minuman jus 100% sangat umum dan harganya ‘fair’. Daging sapi harganya mahal, tapi ada ayam dan terutama ikan yang harganya lumayan terjangkau. Kalau kita memang bisa masak, kayaknya seru eksperimen dengan bahan-bahan baru, beberapa rempah yang biasa di Indonesia disini memang ga ada (sampai sekarang belum nemu bawang merah) tapi banyak rempah lain yang bisa jadi bahan percobaan.

Nah.. yang jadi tantangan buat saya sebagai muslim adalah saat kalau beli makanan instan, bumbu jadi, atau makanan yang sudah jadi, karena makanan yang mengandung babi disini umum banget. Bahkan di Mc Donalds pun jual Mc Pork yang nyaris saya beli kalau nggak merapal mantra sakti : ”  buta niku arimasen onaigashimasu ” ~ ” tolong jangan pakai daging babi ya ”

kita persempit artikel ini gimanapengalaman saya mengidentifikasi makanan yang mengandung babi (yang jelas-jelas haram) , saya ga bilang makanan halaal ya karena walaupun daging ayam proses pemotongannya pun kita nggak tau.

Hari H saya sampai ke asrama, supporter dari International Affairs Divison (IAD) paham betul bahwa orang Indonesia yang satu ini udah kelaperan. jadi jam 1/2 8 malam sebelum masuk asrama kami mampir dulu ke supermarket (Koyama Store) supermarket seperti alfamidi plus jual bahan makanan. yang saya beli 3 makanan : roti tawar (saya yakin aman), jus (saya yakin juga aman), dan Mie Instan (yang saya nggak yakin aman/nggak tapi udah abis ) pikiran saya minimal sampai besok pagi bisa survive.

H+1 berangkat cari pelengkapan survival temasuk ke toko sejuta umat : toko 100 yen ( Hyakuen Shop). Beruntung, ada 2 orang Indonesia lainnya yang ditempatkan di Tottori dan mereka sudah belajar bahasa jepang sebelumnya !  dari mereka saya yang 100% nggak ngerti bahasa jepang tau tulisan babi / daging babi tuh yang kayak gimana .

Babi bahasa jepangnya Buta, dijamin nggak akan nemu tulisan ‘buta’ pakai huruf alfabet lebih mustahil lagi nemuin kata ‘babi’ dalam alfabet.

jadi kenali tulisan ini  :

  — atau —   —  atau — 

berurutan dalam kanji, katakana, dan hiragana. Karena ‘buta’ bahasa jepang asli ga mungkin ditulis pakai katakana (tengah), 90% kemungkinannya mereka bakal nulis dalam kanji (yang pertama). Jadi saat beli makanan termasuk bumbu jadi perhatikan baik komposisinya.

yang menantang adalah bisa jadi babi dalam bentuk gelatin, gelatin kata serapan jadi ditulis pakai katakana : ゲラチン . gelatin bisa dari hewan atau tumbuhan, yang dari hewan bisa jadi dari sapi atau babi, problemnya adalah gelatin kadang nggak disebutkan dari apa atau kalaupun disebutkan kita yang nggak bisa bacanya😛

susahnya jadi orang buta huruf …

kembali lagi pada semangat : minimal-minimal bisa mengetahui kalau sebuah produk jelas jelas mengandung babi, sambil terus belajar nihongo..

sampai sekarang saya pribadi masih serem buat makan direstoran. Setelah persediaan ransum makanan dari Indonesia habis ya mau ga mau harus belajar masak sendiri, selain lebih ekonomis juga lebih nyaman.

Ashari
23/10/2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 23, 2012 by in 1st week in Japan, kuliner, Mohamad Ashari, Tips and 'how to' and tagged , , , .
TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: