Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

SUMPAH PALAPA, BALSEM, DAN “SUMPAH, SIMALAKAMA..!”

Dini hari tadi, jam 1 pagi, Sapporo sempat menyentuh angka 5 derajat Celcius. Pantas pagi tadi dingin bukan main, ditambah angin pula.
Jadi teringat kejadian hari Jumat lalu.
Waktu itu, hujan rintik agak deras tanpa henti sejak pagi. Otomatis matahari pun ogah intip2 saya yang kedinginan. Dengan memakai jaket parasit, sarung tangan, dan syal, saya bersepeda cepat2. Dingin sekali..! Di belakang kedua telinga, rasanya kaku sekali. Brr.. pagi itu baru 12 derajat Celcius. Gimana kalo minus 25 ya?

Dan akhirnya, malamnya, terjadilah ritual saya jika kepala kena air hujan.
MASUK ANGIN…!
Yang saya rasakan adalah seperti gejala flu. Saat ngobrol dengan Wang Tao dari China, saya menggigil. Sesudah ngobrol banyak, saya pamit, dan langsung dah… semua jaket tak pake, ambil futon dan selimut. Itu adalah menggigil kedinginan yang paling serius yang pernah saya alami sejauh ini. Lebih kedinginan daripada saat harus mandi besar jam 2 pagi ketika training beasiswa Republika di pegunungan di Pacet, Mojokerto, karena ndilalah saya ‘mimpi indah’ (ups.. hehe..) dan jam 2.30 ada sesi Tahajud..
Dalam kedinginan ekstrim, saya ingat istri saya, saya ingat ibu saya yang pasti akan segera ambil balsem lalu ‘ngeroki’ saya dengan bonus cerita, omelan ringan dan bocornya rahasia2. Tapi tidak ada siapa2 di sini. Saya sendiri. Sendiri.
Lalu dengan menggigil, saya mengambil balsem dan mulai kerok’an sendiri. Ketika saya buka baju… bah.., dinginnya menusuk tulang (karena saya memang sebagian besar tulang..) Tapi kalo saya tidak buka baju, gimana kerok’annya? Dengan menggigil, cepat2 saya keroki badan saya sekenanya.
Saat itulah, saya teringat leluhur saya (wihh..) yang amat terkenal, yaitu Patih Gajah Mada. Beliau sangat terkenal dengan Sumpah Palapa-nya. Dalam keadaan buru2 dan kesakitan plus kedinginan, dalam keadaan teringat istri dan ibu, saya pun bersumpah: “SAYA TIDAK AKAN MAKAN SAMBEL LETHOK PASAR BERAN (alias sambel tumpang) SEBELUM SAYA BERHASIL MENAKLUKKAN ASAHIKAWA HINGGA APRIL 2014 NANTI..” (Jelas aja lah, wong pulang ke Indonesia memang bulan itu kok.. hehe)
Sambil bersumpah, jari saya mencolek balsem, mengoleskan ke badan, lalu menggaruk2nya dengan tutup wadah balsemnya. Ah, dan jika saya harus kerok’an di musim dingin nanti, lepas baju pastinya, pasti saya berkata, “Sumpah, simalakama bener dah nih…!”
phoe
17/10/2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 21, 2012 by in phoe prehantoro, Pokoknya Cerita! and tagged , , .
TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: