Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Dan “Dipusuhi” pun Aku Pasrah

Sapporo hari ini sungguh sedang ‘jothak-an’ sama Matahari. Hampir tak ada sinar matahari hari ini. Dengan kedinginan, dalam balutan batik panjang warna merah (hasil nyaut dari lemari Ayah.. hehe..), aku bersepeda (pemberian Mbak Isma dan Mas Ario) menuju Univ. Hokkaido.

Aargh… kakiku masih kayak ditusuk2 ribuan paku (wow..)..!

Kemarin memang aku nekat banget. Hanya karena ingin melihat IKIP Hokkaido Kampus Sapporo (univ indukku setahun terakhir nanti), aku menyusuri rel kereta api dari Soen Eki (Stasiun Soen) menuju Ainosato Eki. Tak lihat di internet dan setelah tanya2 ke petugas stasiun (ampun dah, aku diajak omong bahasa Jepang terus), kucatat ada 9 stasiun menuju Ainosato Eki.

Biar hafal, kutulis itu Kanji-nya tiap nama stasiun biar ingat (ini trik baru nih!). Kalo Hiragana sih sudah hafal, cuma Kanji-nya tu loh…
Langsung kukayuh sepeda. Dan… yups… menyusuri jalanan pinggiran Sapporo, dengan kesasar-sasar, setelah 15 km dan 2 jam mengayuh (habisnya kesasar berkali2), akhirnya sampai juga di IKIP Hokkaido.
YESS..!
Ms. Saori Naka pun terkejut melihatku sampe di sana. Matanya yang sipit berbinar tak percaya kalo aku bilang aku bersepeda sendirian. Dan beliau memang sungguh baik sekali, seperti gaya bahasanya di email… dan itulah yang menyebabkan kakiku hampir2 tidak bisa bergerak pagi ini.

Pagi ini, aku ada upacara pembukaan. Yang paling menyita perhatian adalah 2 orang Nigeria dan .. aku (boleh dong GR dikit)..! Soalnya, kebetulan kami bertiga lah yang memakai baju etnis dari hampir seratus orang yang hadir.

Yang estetis memang yang dari Nigeria. Bagus sekali mereka…! Kalo aku sih menyita perhatian karena saat masing2 profesor memanggil muridnya, setidaknya ada 15 mahasiswa yang dipanggil. Dan tibalah Prof. Yamashita memanggil namaku.
“Putouto Purehantoro..”
Dengan takzim aku berdiri dan mengatupkan kedua telapak tangan di dada sambil membungkuk. “THAT’S ALL..,” kata Prof. Yamashita sambil ttersenyum dan ngeloyor balik ke kursinya. Aku kaget, semua tertawa.. Hah, tahu gitu, aku berdiri agak lama sambil melambai2kan tangan..

Dan yang paling membuatku tersenyum2 adalah: berbagai macam bahasa diomongkan di sini dan berbagai logat bahasa Inggris ada di sini.. Korea, China, Urdu, Bengali, Kazakh, Uzbek, Malay, Myanmar, Jerman…  Bah… diumpat pun aku nggak ngerti…

Allahu akbar… Allah Maha Pencipta… Dari terciptanya bahasa-bahasa di dunia, aku semakin sadar bahwa kami bukanlah tumpukan sampah di penampungan yang tiba2 jadi pesawat terbang karena ditendang angin topan .. Ada yang menciptakan kami …

phoe
10-10-2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 10, 2012 by in phoe prehantoro and tagged , .

Navigation

TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: