Teacher Training To Japan

ONE HEART, ONE SPIRIT, TO INSPIRE

Allah Maha Pengejut

Hari ini hari jumat. dengan memakai baju koko putih, jam 10.30 saya berangkat ke kampus. Rencananya mau nyari masjid sapporo, tapi karena gak tahu, akhirnya saya ke International Student Center dulu. Ada orientasi di sana jam 12.30 untuk kelas saya.

Di jalanan kampus, ada festival anak2. banyak anak imut berlarian di taman yang hijau agak kuning ini. Saya tiba2 terharu teringat 2 anak saya (I wish  I could bring you all here then..!!!)

Duduk di ISC agak lama sekali, akhirnya mbak isma (dari IPB bogor) datang juga. Dia ngasih tahu saya rute menuju masjid. melihat jam di handphone baru merek Jepang ni, saya tidak mungkin ke masjid untuk Jumatan.

Terpaksa lah saya ‘ijin’ tidak jumatan. Dan dimulailah kelas kami bersama Prof. Yoshitaka Yamashita, seorang Jepang agak sepuh yang fasih Inggris, mengajar bahasa Spanyol dan sering guyon dalam bahasa Cina. Total ada 8 siswa: 2 dari Indonesia, 5 China dan 1 Mesir. yang paling tua saya. Dan betul, bahasa Inggris kami yang dari Indonesia adalah yang paling muah dipahami oleh profesor kami (kayaknya sih). Beliau bilang kayaknya akan minta saya untuk kelas conversation Inggris dengan murid Jepangnya (karena saya kebetulan juga guru). Doakan ya, semoga itu beneran terjadi…!!

Sepulang orientasi, saya lagi tersesat2 mencari masjid. Agak lama saya akhirnya merasakan berwudhu lagi di yang bener2 mushola. Subhanallah.. senang sekali..! Lalu saya sholat dhuhur jama takhir, baru sholat ashar. Saat keluar dan mencatat beberapa agenda di masjid ini, saya baru tahu kalau ini belum waktunya ashar..!

Wah, eror nih..

Lalu datanglah seorang Indonesia yang parlente. Ternyata beliau adalah bendahara masjid ini, Mr. Sahat. Naik mobilnya, saya diajak ke Kedai Kita, milik orang Indonesia. Saya bertemu dengan Pak Lubis dari Medan (pemilik) dan Bu Leni dari Blitar (manajer). Senang sekali, saya pesan nasi ayam goreng, ada sambel trasinya juga. Allah SWT memang sungguh baik pada saya… Alhamdulillah.. Lalu seorang ibu berjilbab lewat dengan 3 anaknya yang masih SD. (My wife will come here like her..)

Sesaat kemudian, seorang wanita Jepang muncul. Ternyata dia yang part-time di situ. Mbak Tamami namanya, seorang fotografer. Lalu kami ngobrol. Alhamdulillah, saya bawa foo2 humanis dari Mas Wahyudi tentang sisi estetik pejuang2 kehidupan Indonesia. Rencanannya kami akan bertukar gambar.

Dia kaget ketika saya bilang bahwa saya hanya 6 bulan di sini dan 1 tahunnya lagi di Asahikawa. Itu sangat dingin, katanya, bisa minus 41 derajat Celcius..! Asahikawa terletak 2 jam naik kereta dari Sapporo ke arah utara, dan ternyata dia berasal dari Wakanai, kota paling utara di Jepang, 5 jam naik mobil dari Asahikawa.

Dia bilang:

“FROM WAKANAI, WE CAN SEE THE SAKHALIN ISLANDS OF RUSSIA, AND THERE FERRY TWICE A DAY TO SAKHALIN…!!!”

Saya terhenyak.. Kepada murid2 saya dulu, saya selalu omong2 kosong bahwa saya akan ke Sakhalin…
Allah SWT sungguh Maha Pengejut… Ternyata, omong kosong saya bisa jadi tidak kosong… Allah SWT sungguh baik, tapi saya sering tidak membaiki-Nya…

phoe
05-10-2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 10, 2012 by in phoe prehantoro and tagged , .
TT 2013 Returning HomeMarch 25th, 2015
Jalan-jalan, makan-makan, foto-foto... Eh, Lulus!!!
TT 2014 Returning HomeMarch 30th, 2016
We will always cherish the lesson you have thought us

Kategori Artikel

Arsip

%d bloggers like this: